Demikian disampaikan oleh Menteri Negara Usaha Kecil dan Menengah dan Koperasi Suryadharma Ali dalam pidatonya yang dibacakan oleh deputi bidang pemasaran dan pengembangan jaringan usaha Sri Ernawati dalam acara seminar Femina, sukses menjadi pengusaha UKM, di Balai Kartini, Gatot Subroto, Jakarta, Sabtu (26/4/2008).
"Survei Bank Dunia menunjukkan pada ibu rumah tangga yang punya penghasilan, maka tingkat kesejahteraan keluarga dan anak-anaknya akan lebih baik dibanding dengan ibu rumah tangga yang tidak ada penghasilan," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun Suryadharma mengatakan bahwa sekarang ini kalangan perempuan masih terkendala masalah tantangan mobilitas yang tinggi, kurang mengakses teknologi, kurang akses untuk pembiayaan karena keterbatasan kemampuan dalam kepemilikan aset dan lain-lain.
Secara prinsip, perempuan menurut Suryadharma memiliki tingkat kesadaran, kepatuhan dalam pengelolaan bisnis termasuk selalu bertanggung jawab dalam pembayaran kredit, keuletan dan lain-lain.
"Misalnya tingkat pengembaliannya yang cukup baik dalam koperasi wanita NPL di bawah 30%," ungkapnya.
Untuk itu Menneg UKM dan Koperasi mengembangkan program Perkasa (Program Perempuan Sehat Sejahtera) yaitu program mempermudah akses untuk menyalurkan dana melalui koperasi perempuan sehingga diharapakan para perempuan bisa mengembangkan usahanya.
Program Perkasa ini diluncurkan pada 21 Desember 2006, diantaranya telah menyalurkan dana bergulir kepada 200 koperasi sebanyak Rp 200 miliar.
"Saya berharap menjadi pengusaha adalah pilihan yang menggembirakan bagi perempuan muda. Alangkah baiknya kita menciptakan lapangan kerja bagi orang lain," tambah Suryadharma. (hen/ir)











































