"Thailand tidak akan mengumumkan adanya pelarangan ekspor beras. Hal itu akan menghancurkan reputasi kami," ujarnya dalam sebuah wawancara dengan jaringan televisi lokal seperti dilansir AFP, Minggu (27/4/2008).
Thailand sebelumnya dikabarkan akan memotong kuota ekspor beras. Jika hal ini benar terjadi maka harga beras yang kini sudah mahal di pasar dunia dipastikan akan menjadi lebih mahal, mengingat negara itu penghasil dan pengekspor beras terbesar di dunia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika kami menanam beras tidak seperti waktu dulu ketika panen terjadi dalam selang waktu 3 atau 4 bulan. Kami tidak akan mengalami kekurangan pasokan beras," ujarnya
Permintaan pasar internasional atas beras Thailand mengalami peningkatan cukup tajam setelah negara eksportir beras lainnya yakni Vietnam dan India membatasi ekspor mereka. Cadangan beras di Vietnam dan India berkurang, karena itu negara tersebut membatasi ekspor beras.
Beras Thailand yakni Pathumthani harganya hampir US$ 998 per ton pada perdagangan hari Rabu, naik 35 persen dari harga sebelumnya pada bulan Maret.
Harga beras di Thailand pun ikut naik, Samak pun meminta warganya untuk tidak menimbun beras.
"Orang beli beras dalam jumlah banyak karena mereka khawatir. Mereka biasa beli 1 kantung, sekarang beli 5. Yang biasa beli 10, sekarang beli 10," ujar Samak sambil menambahkan bahwa kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang buruk.
(ddn/ddn)











































