Target Penghematan BBM Susah Terealisasi

Target Penghematan BBM Susah Terealisasi

- detikFinance
Minggu, 27 Apr 2008 15:30 WIB
Target Penghematan BBM Susah Terealisasi
Jakarta - Target pemerintah untuk menghemat penggunaan BBM dalam negeri menjadi 35,5 juta kiloliter bisa tidak tercapai, terutama setelah melihat jumlah penggunaan BBM bersubsidi pada triwulan I-2008 ini.

"Kalau melihat penggunaan BBM selama Januari-Maret kita perkirakan bisa lebih dari target 35,5 juta kilo liter. Tapi kita cermati terus perkembangannya," ungkap Menteri ESDM, Purnomo Yusgiantoro, disela acara Pencanangan Gerakan Hemat Energi Nasional di TMII, Jakarta, Minggu (27/4/2008).

Beberapa waktu yang lalu, Purnomo juga pernah mengungkapkan penggunaan BBM tahun ini bahkan bisa jauh melampaui target semula yang 35,5 juta kiloliter menjadi sekitar 41 juta kiloliter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Oleh karena itu program-program penghematan harus segera dapat direalisasikan," ujar Purnomo.

Dalam APBNP 2008, pemerintah harus menyediakan dana untuk konsumsi BBM bersubsidi sebesar 41,596 juta kiloliter (KL). Angka itu untuk estimasi konsumsi BBM bersubsidi 2008.

Kemudian pemerintah mengeluarkan program penghematan melalui kartu kendali minyak tanah dan smart card untuk BBM bersubsidi. Jika program kartu kendali minyak tanah dan smart card mencapai 100%, konsumsi BBM bersubsidi akan turun hingga 35,5 juta KL.

Selain itu program-program pemerintah untuk mendorong penghematan penggunaan BBM antara lain mencanangkan penghematan penggunaan listrik dengan memberlakukan tarif multiguna dan membagikan 51 juta lampu hemat energi (LHE) kepada masyarakat.

"Dengan membagikan 51 juta LHE gratis, kita berharap masyarakat dapat beralih untuk menggunakan LHE agar bisa mengurangi penggunaan listrik masyarakat," ujar Purnomo.

Dua program tersebut diharapkan bisa mengurangi penggunaan listrik yang tentunya juga akan berdampak pada pengurangan konsumsi BBM oleh PLN. Hingga saat ini PLN masih menggunakan BBM sebagai bahan bakar pembangkit-pembangkitnya sebagai mayoritas.

"Dengan dua program ini pemerintah menargetkan mampu melakukan penghematan anggaran subsidi hingga Rp 2,7 triliun," ujar Direktur Utama PLN, Fahmi Mochtar.

Program pembagian LHE gratis rencananya akan direalisasikan mulai Juni 2008 mendatang dan akan dilakukan secara bertahap di seluruh Indonesia selama semester dua 2008.

"Saat ini sudah ada beberapa daerah untuk ujicoba sosialisasi LHE seperti di NTT. Disana responnya sangat baik," ujar Fahmi.

Di sisi lain, Purnomo menyatakan bahwa tujuan program LHE ini untuk memancing masyarakat agar beralih ke penggunaan LHE. Namun ia tidak memungkiri bahwa program ini bisa saja tidak tepat sasaran.

"Nanti kita lihat perkembangannya. Jika ternyata masyarakat masih belum dapat beralih juga, berarti program ini tidak tepat sasaran," ujar Purnomo.
(dro/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads