Potongan pajak berupa uang tunai senilai total US$ 100 miliar itu akan dibagikan pada hari Senin 28 April besok. Sebelumnya pembagian dijadwalkan akan dimulai pada bulan Mei, namun pemerintah AS memutuskan untuk mempercepat pembagian stimulus itu.
Kebijakan ini hampir serupa dengan kebijakan bantuan langsung tunai (BLT) yang diberikan pemerintah Indonesia bagi warga miskin yang terkena dampak kenaikan harga BBM beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Potongan pajak ini merupakan bagian dari paket kebijakan Bush senilai US$ 150 miliar untuk meningkatkan ekonomi dan meningkatkan konsumsi masyarakat yang turun drastis akibat perlambatan ekonomi.
"Dimulai hari Senin, efek dari stimulus akan mencakup jutaan rumah tangga di seluruh negeri," ujar Presiden AS George W Bush seperti dilansir BBC, Minggu (27/4/2008).
Dia mengatakan sudah jelas bahwa ekonomi AS mengalami perlambatan, namun pemerintah sudah mengenali sinyal pelemahan dan mengambil tindakan untuk mengatasi hal itu.
"Uang itu akan membantu warga Amerika yang kesulitan membayar bensin, membayar di toko, dan juga memberikan ekonomi kita dorongan sehingga kita bisa keluar dari perlambatan ekonomi ini," tegas Bush.
Selain potongan pajak bagi warga, kalangan usaha pun bakal mencicipi stimulus fiskal ini. Pemerintah Bush menyediakan dana US$ 50 miliar bagi para pengusaha.
(ddn/ddn)











































