Pada perdagangan Senin (28/4/2008) di Singapura, kontrak utama New York untuk minyak jenis light kembali naik 88 sen menjadi US$ 119,40 per barel. Pada akhir pekan lalu, harga minyak di pasar New York Mercantile Exchange ditutup naik 2,46 dolar menjadi US$ 118,52 per barel. Harga minyak melonjak hingga US4 119,9 per barel pada pekan lalu.
Sementara minyak jenis Brent menguat hingga 96 sen menjadi US$ 117,30 per barel, setelah lonjakan hingga 2 dolar menjadi US$ 116,34 per barel pada akhir pekan lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan pipa itu dilakukan menyusul pemogokan oleh sekitar 1.200 pekerja di kilang Grangemouth. Menurut BP yang bertindak sebagai operator, pemogokan itu memaksa pipanisasi di Forties yang berdekatan dengan Grangemouth untuk ditutup juga.
Pipa itu menyalurkan sekitar 700.000 barel minyak setiap hari dan menyuplai pasar Inggris dan internasional. Pipa ini tak berfungsi tanpa listrik dan uap dari Grangemouth. Selama ini, pipa BP dari ladang minyak Forties tergantung dari uap dan listrik dari kilang Ineos di Grangemouth.
Juru bicara BP menyatakan, penutupan fasilitas Grangemouth akan menyebabkan 70 platform di Laut Utara harus dimatikan atau dikurangi produksi minyaknya. BP juga menyatakan pipa migas itu akan ditutup saat cadangan uap dan listrik dari Grangemouth habis. Namun raksasa migas Inggris itu menyatakan akan tetap membuka fasilitasnya sebisa mungkin.
Lonjakan harga minyak juga terjadi akibat munculnya lagi serangan dari pemberontak Nigeria terhadap fasilitas minyak Shell di negara Afrika tersebut. Akibatnya, produksi Shell di Nigeria harus terhenti sekitar200 ribu barel per hari.
(qom/ir)










































