Β
"Kalau memang ada revisi yang pasti akan berada di bawah 6%, kita masih melihat hasil pertumbuhan dikuartal pertama ini, kita tunggu data BPS. Setelah itu baru kita pelajari kembali ke tingkat Dirjen," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Dedi Mulyadi, di Gedung Depperin, Jakarta, Senin (28/4/2008).
Β
Hingga kini pihaknya belum bisa memutuskan untuk melakukan revisi target pencapaian pertumbuhan industri karena harus masih melihat asumsi makro seperti semakin tingginya angka inflasi dan lain-lain.
Β
Ditanya apakah upaya revisi target pertumbuhan yang terlalu sering akan mengganggu kinerja Departemen secara keseluruhan, Dedi menyangkal hal itu.
Β
"Kita harus membuat strategi penajaman kembali. Lagi pula buat apa melakukan sesuatu di luar dari kemampuan, yang bisa dilakukan," ucap Dedi.
Β
Sebelumnya pada awal tahun ini Depperin menargetkan pertumbuhan industri mencapai 7,4%, kemudian direvisi menjadi 6,5% dan terakhir berada pada angka 6%.
Sementara Menperin Fahmi Idris menyatakan bahwa dengan adanya berbagai perubahan di dunia internasional, maka dipastikan ada revisi pertumbuhan industri.
"Pasti otomatis lah pemerintah melakukan revisi enggak usah ditanya lagi itu pasti lah tuh," jawab Fahmi.
Β
"Kayak kita di rumah ajalah kalau dana berkurang kita berubah juga, kalau kita biasa makan tiga kali, bisa dua kali. Kalau makan dua kali bisa satu kali, Itu enggak usah ditanya otomatis lah itu," imbuh Fahmi. (hen/qom)











































