Seperti dikutip BBCNews, Selasa (29/4/2008), Presiden OPEC Chakib Khelil mengatakan jika kejatuhan mata uang dolar AS tidak bisa tertangani, maka investor akan mencari investasi yang lebih atraktif seperti minyak.
Khelil mengeluarkan komentar itu setelah prihatin terhadap pergerakan harga minyak yang sudah mendekati US$ 120 per barel (1 barel=159 liter).Β Β Β Β Β Β Β Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BP telah menghentikan kiriman minyak dari North Sea setelah pekerja disana melakukan aksi mogok di kilang Grangemouth, Skotlandia. Penutupan kilang itu juga membuat suplai dari pipanisasi di Forties ikut terganggu.
Pada penutupan perdagangan Senin (28/4/2008) harga minyak di New York untuk jenis light sweet sempat menembus US$ 119,93 per barel sebelum akhirnya berada di level US$ 118,79 perb arel.
Sedangkan harga minyak di London, ada di posisi US$ 116,74 per barel meski sempat melejit ke US$ 117,51 perbarel.
OPEC sendiri berkali-kali menegaskan tidak akan menaikkan kuota produksinya, karena ledakan harga minyak dinilai bukan karena adanya pasokan yang kurang.
(ir/ir)











































