Kini setelah pengembangan Natuna diserahkan ke Pertamina, ExxonMobil siap mengajukan permohonan ke Pertamina untuk bekerjasama mengembangkan Natuna.
Juru Bicara ExxonMobil Indonesia Maman Budiman menyatakannya disela pelantikan Kepala BP Migas di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (29/4/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengaku tidak mematok berapa porsi minimal kepemilikan untuk pengembangan lapangan gas ini. "Berapapun," tangkasnya singkat.
Natuna D Alpha merupakan lapangan gas dengan potensi cadangan yang besar. Namun gas dari Natuna mengandung gas CO2 dengan kadar yang sangat tinggi sampai sekitar 76%. Kandungan gas inilah yang membuat pengembangan gas Natuna menjadi sangat mahal.
Setelah 20 tahun memegang hak pengembangan Natuna, Exxon dianggap belum maksimal mengembangkan lapangan ini. Akhirnya, pemerintah pun menterminasi Exxon dan meminta Pertamina untuk merancang pengembangan Natuna.
Dalam rancangannya, Pertamina menyatakan butuh beberapa mitra dari perusahaan migas kelas dunia yang punya keahlian di bidang teknologi dan punya kemampuan modal. (lih/ir)











































