Produksi Blok Senoro Mundur Lagi ke Awal 2012

Produksi Blok Senoro Mundur Lagi ke Awal 2012

- detikFinance
Selasa, 29 Apr 2008 14:48 WIB
Jakarta - Produksi gas awal dari blok Senoro kembali mundur dari akhir 2011 menjadi awal 2012 karena hingga kini belum mendapat persetujuan harga gas yang akan dijual.
 
Hal tersebut diungkapkan Presiden Direktur Medco E&P Lukman Mahfoed disela-sela pelantikan Kepala BP Migas di Gedung Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (29/4/2008).
 
"Dari upstream kalau bisa terealisasi kuartal pertama 2012, jadi bisa memberi manfaat keuangan yang banyak," kata dia.
 
Harga gas dari Senoro ini memang masih mengambang sampai sekarang. Meski BP Migas pernah mengultimatum agar formula harga gas itu harus diselesaikan maksimal akhir Februari 2008, nyatanya sampai sekarang masih belum ada keputusan.
 
Medco sendiri mengajukan agar penetapan harga gas tidak lagi menggunakan batas atas atau batas bawah, tapi mengikuti perkembangan harga minyak saja.
 
"Dibandingkan formula sebelumnya, dengan harga minyak seperti sekarang, lebih bagus formula itu (berdasarkan harga minyak)," kata dia.
 
Dengan formula yang diajukannya, jika harga minyak berada di kisaran US$ 100 per barel, maka harga gasnya bisa mencapai US$ 10 per mmbtu di mulut sumur. "Untuk ukuran harga gas domestik yang diekspor, harga itu termasuk tinggi lho," katanya.
 
Sementara menurut Deputi Pemasaran dan Keuangan BP Migas Edy Purwanto, pemerintah ingin mendapat keyakinan dulu mengenai beberapa biaya.
 
"Seperti biaya pembangunan kilang LNG, downstream cost. berapa sih harga yang wajar. Sehingga kita bisa tahu berapa harga yang wajar untuk upstream-nya," kata Edy.
 
Harga gas dari blok Senoro sebelumnya dievaluasi karena dinilai terlalu rendah. Apalagi dengan trend kenaikan harga yang terjadi belakangan ini.



(lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads