Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro usai Rapat Peningkatan Produksi Minyak di Istana Wakil Presiden Jusuf Kalla, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (29/4/2008).
Tank top merupakan posisi puncak minyak mentah di tangki penampungan nasional. Sebenarnya, kata Purnomo, saat ini ada 14 juta barrel minyak yang masih tersimpan di penampungan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jika diambil rata-rata, maka jumlah cadangan itu setara dengan 60 ribu barel per hari.
"Itu kalau dihitung rata-rata bisa 60 ribu barel per hari, tapi dari tank top dari 14 juta barel ini, kalau kita bisa lift separuhnya saja, itu bisa 39 ribu barel per hari tambahan," jelasnya.
Jika cadangan minyak mentah itu bisa dijual, maka hasilnya baru bisa dicatatkan sebagai penerimaan negara setelah dicatat.
"Kalau kita lift dari penerimaan negara baru bisa dicatat kalau sudah dijual, kalau belum ya hanya nangkring aja di storage," kata Purnomo.
Menurut Purnomo, cadangan minyak mentah itu tak bisa dipindahkan dari tempat penampungan karena terkendala tak ada tanker pengangkut dan juga faktor cuaca. Faktor cuaca tersebut telah menyebabkan kapal tak bisa merapat.
"Tadi disepakati dalam waktu 1 bulan Kepala BP Migas yang baru dapat memberikan solusi secara tertulis. Kalau mau meningkatkan produksi, apa langkah yang harus kita lakukan," pungkas Purnomo.
(qom/ir)











































