Kembangkan Batubara Cair, Pemerintah Gandeng Sasol Afrika

Kembangkan Batubara Cair, Pemerintah Gandeng Sasol Afrika

- detikFinance
Rabu, 30 Apr 2008 10:01 WIB
Kembangkan Batubara Cair, Pemerintah Gandeng Sasol Afrika
Palembang, - Pemerintah melalui Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan melakukan pertemuan kembali dengan salah satu perusahaan asal Afrika Selatan yang bergerak dibidang pencairan batubara yaitu Sasol.

Dari pertemuan ini diharapkan ada langkah baru yang terjadi terkait rencana investasi Sasol,Β  termasuk menghasilkan memorandum of understanding (MoU).

Demikian disampaikan oleh Kepala Litbang Departemen ESDM Neni Sri Utami dalam acara peninjauan sumur CBM Rambutan di Muara Enim, Sumatra Selatan, Selasa (29/4/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari KBRI ada surat dari Sasol, yang intinya mereka siap menerima kita untuk melakukan pertemuan kembali," ungkap Neni.

Dari pertemuan ini, lanjut Neni, diharapkan bisa menyambung pertemuan sebelumnya perihal keinginan Sasol untuk mengembangkan pengolahan pencairan batubara berkalori tinggi di Indonesia.

Selain itu, kata Neni dibutuh langkah cepat untuk bisa menyelesaikan rencana investasi ini mengingat industri pencairan batubara perlu dibangun dalam waktu yang lama yaitu paling tidak selama 10 tahun.

"Sasol telah lebih dahulu bekerjasama dengan Qatar, China, India dan Nigeria," tambahnya. Maklum empat negara ini sudah terlebih dahulu mengajukan proposalnya ke pihak Sasol.

Rencananya kerjasama pencairan batubara Indonesia dengan Sasol akan diarahkan membentuk perusahaan patungan (joint venture). "Kalau dahulu swasta sekarang pemerintah sendiri yang akan maju langsung," imbuhnya.

Sebelumnya pihak Sasol telah melakukan penjajakan dengan perusahaan dalam negeri yaitu Bumi Resources. Selain Sasol, perusahaan asal Jepang juga telah berminat untuk masuk ke bidang pencairan batubara.

Selama ini pengolahan batubara dengan proses pencairan bisa menghasilkan gasolin (premium) dan beberapa produk tambahan lainnya termasuk bahan kimia. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads