Kepala BP Migas R Priyono menjelaskan dalam jumpa pers di seminar mengenai kenaikan harga minyak yang digelar di kantor Dirjen Migas, Plaza Centris, Kuningan, Jakarta, Rabu (29/4/2008).
"Asumsinya bisa dilihat dengan menjual 30 ribu per hari dengan ICP sekitar US$ 100 per barel. Dikurangi cost recovery 25%, dikali barelnya, dikali bagian pemerintah sebesar 85%. Jadi kira-kira US$ 1,9 juta per hari," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai rapat dengan Wapres kemarin, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menyatakan akan mengurangi 50% stok minyak mentah yang ada di tangki-tangki timbun karena tangki sudah penuh. Volume minyak mentah yang ada di tangki ini mencapai 14 juta barel atau setara dengan 60 ribu barel per hari.
Minyak tersebut merupakan hasil produksi dari lapangan-lapangan kontraktor migas yang belum terkirim untuk dijual. Permasalahannya antara lain karena cuaca yang buruk sehingga kapal tidak bisa berlayar.
"Jadi bukan karena nggak laku, tapi karena 6 bulan belakangan ini cuaca tidak bagus, jadi tertahan," kata dia.
Priyono menambahkan, minyak ini akan dijual kepada pembeli-pembeli yang sudah terkontrak antara lain ke Jepang.
Purnomo menambahkan, meski stok minyak mentah nasional menumpuk, Indonesia tetap harus mengimpor minyak dan produk BBM karena beberapa kilang harus dipasok dengan minyak jenis tertentu.
"Kebutuhan kilang kita harus sesuai dengan spesifikasi tertentu. Makanya kita tetap mengimpor crude," katanya.
(lih/ir)










































