Pola Konsumsi BBM Masyarakat Harus Diubah

Pola Konsumsi BBM Masyarakat Harus Diubah

- detikFinance
Rabu, 30 Apr 2008 12:55 WIB
Pola Konsumsi BBM Masyarakat Harus Diubah
Jakarta - Pemerintah akan mengintensifkan optimalisasi langkah-langkah penghematan penggunaan BBM terlebih dahulu sebelum mengambil kebijakan untuk menaikkan harga BBM. Pola konsumsi BBM yang cenderung boros mesti dihilangkan.  
Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani usai acara investor gathering sosialisasi penerbitan sukuk di Graha Sawala, Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (30/4/2008).
 
"Sudah ada seperti penghematan akan dilakukan tetap mulai dari listrik, penggunaan minyak tanah melalui konversi dan berbagai tindakan akan tetap kita lakukan karena itu penting, Indonesia tidak bisa kalau tetap menggunakan pola konsumsi seperti sekarang," tuturnya.
 
Kedua, Menkeu menuturkan pemerintah terus melakukan kalkulasi perhitungan keuntungan dan beban yang terjadi di tengah kenaikkan harga minyak (ICP) saat ini.
 
"Berbagai aspek keseluruhan masyarakat secara sosial, risiko politiknya maupun dari sisi risiko ekonominya. Karena walau bagamanapun seperti saya sebutkan pilihan yang akan kita lakukan apakah dengan pembatasan konsumsi atau kenaikan harga BBM, semua memberikan konsumsi yang tidak mudah, pasti ada konsekuensinya," urainya.
 
Karena itu pemerintah mencari langkah yang konsekuensinya minimal bagi masyarakat terutama masyarakat menengah ke bawah.
 
"Kita lihat pro kontra-nya kalau kita lakukan katakanlah penghematan seperti sekarang dengan berbagai tindakan ini dan bisa dilakukan dengan segera versus kenaikan dengan beberapa persentase tertentu, semua akan dimatangkan proses ini sedang kita lakukan," katanya.
 
Pemerintah juga harus melaporkan langkah yang akan diambil kepada DPR meskipun DPR telah memberikan keleluasaan pemerintah dalam bertindak dalam UU APBN P 2008.
 
"Yang paling penting melindungi masyarakat yang palingg rentan dan pelaku ekonomi terutama yang menengah ke bawah, itu yang sedang kita pikirkan secara matang," ujarnya.
 
Ketika ditanyai apakah skenario kenaikkan harga BBM sudah diajukan kepada Presiden, Menkeu menjawab berbagai skenario yang diambil pemerintah sedang dibuat dengan persiapan yang sangat detil.
 
"Tentu tiap hari kita selalu sampaikan apa yang dilakukan para menteri sepanjang hari, pilihannya kan penghematan, penghematan tanpa kenaikan atau dengan kenaikan, atau kenaikan saja semua akan kita lihat, karena itu saya hitung dulu," ujarnya.
 
Meskipun begitu, Menkeu mengatakan level ICP dalam beberapa hari ini berada di atas US$ 100 per barel, akan tetapi pemerintah melihatnya untuk rata-rata tahunan.
 
"Tapi pemerintah juga tahu, tren ini akan bertahan agak lama, oleh karena itu kita akan membuat persiapan, kalau situasi memaksa kita harus membuat adjustment dari program-program yang sekarang in place," ujarnya.
 
Sementara itu di istana merdeka, Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta kembali menegaskan bahwa pemerintah belum mengarahkan opsi kepada kenaikan BBM.

"Nggak dulu, opsinya belum ke arah itu. Masukan sekarang berbagai masukan ada, kan ada yang meminta dinaikkan, ada yang minta jangan naikkan. Nanti kita lihat dulu," ujarnya usai pencanangan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri.

Paskah mengatakan kondisi fiskal pemerintah masih kuat sampai semester pertama 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nanti di semester II, pada waktu mid term, tengah-tengah, laporan realisasi triwulan I-II baru kita lihat triwulan selanjutnya sampai akhir desember kuat nggak dengan harga minyak yg sudah mencapai US$ 120 dollar,. percayalah sampai 2 triwulan ini fiskal kita masih kuat," ujarnya.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads