Investor Asing Lirik CBM

Investor Asing Lirik CBM

- detikFinance
Rabu, 30 Apr 2008 16:20 WIB
Investor Asing Lirik CBM
Palembang - Pengembangan gas metana batubara (CBM) di Indonesia mulai banyak dilirik investor asing. Setelah perusahaan nasional PT Medco E & P melakukan proyek percobaan dengan Lemigas di sumur Rambutan Sumatra Selatan, banyak perusahaan asing berbondong-bondong menggandeng Medco.

Setidaknya sudah enam perusahaan asing yang tertarik bekerjasama dengan Medco, diantaranya Itochu Corp asal Jepang, Arrow Energy asal Australia, Shell asal Belanda, Total E & P asal Francis, Marathon Energy asal AS dan Mitsubishi asal Jepang.

Demikian disampaikan oleh General Manager South Sumatra Extension dan Sumatra Asset PT Medco E & P Pudjo Suwarno di Aston Hotel, Palembang, Rabu (30/4/2008).

Pudjo menambahkan untuk Itochu Corp, Arrow Energy dan Shell, ketiganya sudah menyatakan minatnya menggarap CBM di Sumatra Selatan."Dengan Shell sudah ada studi bersama di Lematang blok, Sumatra Selatan," ujarnya.

Sebelumnya Medco sudah menggandeng Ephindo untuk proyek yang sama. Namun dari semua itu ada beberapa yang masih dalam tahap penjajakan selebihnya sudah ada ikatan bersama antara Medco dengan investor asing tersebut.

"Dengan Arrow Energy, Shell dan Ephindo sudah punya ikatan," jelas Pudjo. Sedangkan untuk Marathon, lanjut Pudjo, pihaknya sedang menggarap serius untuk menggarap CBM di Tarakan. Untuk kerjasama dengan Total E&P rencananya akan menggarap bersama di Kalimantan Timur.

Mengenai proyek percobaan CBM di sumur Rambutan, ia mengatakan bahwa proyek tesebut dinyatakan berhasil. Untuk selanjutnya Medco berencana akan menggarap di blok Lematang, Sumatra Selatan.

"Setelah Rambutan, kita mau teruskan riset ke Lematang blok ini lapisan lebih dalam dan tebal lapisan batubaranya. Mungkin ini dilakukan mulai pertengahan tahun ini potensi CBM di blok Lematang 1 tcf ( 1 triliun kaki kubik)," ungkapnya.

Mengenai kejasama dengan Ephindo, Pudjo menambahkan bahwa proyeknya akan dilakukan pada tahun ini. "Kita targetkan tahun ini mulai bor 5 well dengan potensi 0,5 bcf. Namun ini tergantung kapan kontraknya diteken," ucapnya.

Selama ini penggarapan CBM belum banyak dilirik oleh para investor selain masalah izin dari pemerintah, masalah teknologi dan aspek skala ekonomis juga menjadi pertimbangan mereka, mengingat disetiap lapangan diperlukan banyak pengeboran sumur.
(hen/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads