Seperti dikutip dari AFP, pada perdagangan Jumat (2/5/2008) di Singapura, kontrak utama New York untuk pengiriman Juni kembali turun 52 sen ke level 112 per barel. Pada perdagangan sebelumnya di New York Mercantile Exchange, harga turun 94 sen menjadi US$ 112,52 per barel. Rekor harga minyak tertinggi adalah US$ 119,93 per barel pada Senin lalu.
Sementara minyak jenis Brent pengiriman Juni juga turun 53 sen menjadi US$ 109,97 per barel, setelah sebelumnya menembus US$ 110,50 perbarel. Kontrak ini menembus harga tertingginya di US$ 117,56 per barel pada 25 April.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penguatan dolar AS itu membuat komoditas minyak yang berdenominasi dolar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli asing, sehingga mereka memilih untuk menghindarinya sementara waktu.
Selain itu, laporan angka cadangan minyak mentah yang lebih besar dari ekspektasi ikut menurunkan harga minyak. Laporan terbaru dari pemerintah AS, cadangan minyak mentah naik 3,8 juta barel untuk minggu yang berakhir 25 April, atau melebihi ekspektasi yang hanya 1,5 juta barel.
(qom/ddn)










































