Dolar Perkasa, Minyak Surut

Dolar Perkasa, Minyak Surut

- detikFinance
Jumat, 02 Mei 2008 09:57 WIB
Dolar Perkasa, Minyak Surut
Singapura - Penguatan dolar AS membuat harga minyak surut dari level tertingginya. Membaiknya kembali cadangan minyak AS yang merupakan konsumen terbesar juga turut menyokong penurunan harga minyak mentah dunia.

Seperti dikutip dari AFP, pada perdagangan Jumat (2/5/2008) di Singapura, kontrak utama New York untuk pengiriman Juni kembali turun 52 sen ke level 112 per barel. Pada perdagangan sebelumnya di New York Mercantile Exchange, harga turun 94 sen menjadi US$ 112,52 per barel. Rekor harga minyak tertinggi adalah US$ 119,93 per barel pada Senin lalu.

Sementara minyak jenis Brent pengiriman Juni juga turun 53 sen menjadi US$ 109,97 per barel, setelah sebelumnya menembus US$ 110,50 perbarel. Kontrak ini menembus harga tertingginya di US$ 117,56 per barel pada 25 April.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dolar AS sebelumnya terperosok ke level terendahnya atas euro di posisi 1,6019 pada 22 April. Namun kemarin, dolar AS berhasil menguat tajam atas euro ke posisi 1,5437. Level tersebut merupakan posisi yang terbaik sejak 25 Maret.

Penguatan dolar AS itu membuat komoditas minyak yang berdenominasi dolar AS menjadi lebih mahal bagi pembeli asing, sehingga mereka memilih untuk menghindarinya sementara waktu.

Selain itu, laporan angka cadangan minyak mentah yang lebih besar dari ekspektasi ikut menurunkan harga minyak. Laporan terbaru dari pemerintah AS, cadangan minyak mentah naik 3,8 juta barel untuk minggu yang berakhir 25 April, atau melebihi ekspektasi yang hanya 1,5 juta barel.
(qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads