Perbaikan Sarana Pelabuhan dan Kereta Api Diprioritaskan

Perbaikan Sarana Pelabuhan dan Kereta Api Diprioritaskan

- detikFinance
Jumat, 02 Mei 2008 12:05 WIB
Perbaikan Sarana Pelabuhan dan Kereta Api Diprioritaskan
Jakarta - Pemerintah akan memprioritaskan anggaran untuk perbaikan sarana di pelabuhan dan kereta api. Selain itu, perbaikan sarana perhubungan udara di 3 bandara juga jadi prioritas utama.

Hal tersebut disampaikan Menhub Jusman Syafii Djamal usai rapat koordinasi di Gedung Dephub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (2/5/2008).

Jusman menjelaskan, pada tahun 2008, anggaran untuk perhubungan mencapai Rp 15,3 triliun, namun dikurangi 7%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kita berikan prioritas anggaran untuk perbaikan sarana dan prasarana pelabuhan dan kereta api, seperti untuk pelabuhan tanjung priok lalu revitalisasi kereta api dan angkutan komoditi, lalu kita juga tingkatkan sarana navigasi udara, yang fokusnya di 3 bandara, Kuala Namu, Lombok dan bandara Hasanuddin," ujarnya

Pemerintah, lanjut Djusman akan menyusun masterplan mengenai perbaikan pelabuhan, bandara dan kereta api sehingga mendukung sistem logistik nasional. "Ini pendekatannya akan dilakukan melalui konsep multi years," ujarnya.

Mengenai subsidi dalam rangka pelayanan publik (PSO), Djusman mengatakan Depkeu sudah menyarankan agar besaran subsidi bisa juga tercatat dalam anggaran departemen teknis sehingga pelaksanaannya lebih baik. Selama ini anggaran subsidi PSO masuk dalam anggaran Depkeu.

Perbaikan Pelabuhan CPO

Perbaikan pelabuhan komoditas yang tengah naik daun yakni minyak kelapa sawit juga menjadi salah satu prioritas.

"Karena ini kan salah satu komoditi penting saat ini, diperbaiki dan dibangun. Saat ini yang ada untuk pelabuhan CPO di Dumai dan Belawan," ujar Djusman.

Mentan dalam pertemuan itu juga mengatakan perlunya pembangunan pelabuhan CPO di Pulau Kalimantan.

"Lalu juga Pak Menko memberi masukan mengenai penghilangan retribusi-retribusi gak penting, untuk angkutan-angkutan komoditi," ujarnya. (ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads