Hal tersebut disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla disela-sela Rapat Konsukltasi partai Golkar di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Jumat (2/5/2008).
"Dalam 1-2 hari ini akan ada Inpres tentang pembatasan konsumsi BBM. Penghematan nantinya akan lebih tegas. Setiap kantor baik itu swasta maupun pemerintah akan diawasi. Selain itu, jam buka mal-mal akan dikurangi," ujar Kalla.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama, dengan meningkatkan produksi minyak Indonesia.
Kedua, membatasi konsumsi BBM baik dari sektor pemerintah maupun swasta. "Nanti akan ada inpres tentang pembatasan konsumsi itu. Kita tunggu saja," tegas Kalla.
Ketiga, dengan percepatan berbagai program penghematan, seperti penghematan listrik. Terkait program konversi minyak tanah ke elpiji, Kalla mengakui bahwa saat ini masih ada kendala dengan industri tabungnya. Namun ia optimistis program itu akan bisa dipercepat 1,5 tahun selesai.
Namun Kalla menegaskan bahwa untuk opsi kenaikan harga BBM sejauh ini belum dibicarakan sama sekali oleh Presiden SBY.
"Mengenai kenaikan harga BBM belum dibicarakan oleh Bapak Presiden. Kita tunggu saja," tegasnya.
Diakui Kalla, apapun opsi yang akan diambil pemerintah dalam rangka menghadapi kenaikan harga minyak mentah pasti ada risikonya.
"Dalam situasi sekarang, tidak ada yang tidak berisiko, misalnya kalau dihemat, kenyamanan jadi berkurang, Kalau listrik dihemat mungkin akan ada pemadaman, tergantung pemerintah risiko mana yang paling kecil. Memang semua pilihan tidak enak, ada tidak enaknya, tapi paling tidak pemerintah bisa milih mana yang paling meringankan," pungkas Kalla.
(qom/ddn)










































