Boediono: Jangan Bereaksi Berlebihan Terhadap Inflasi

Boediono: Jangan Bereaksi Berlebihan Terhadap Inflasi

- detikFinance
Sabtu, 03 Mei 2008 11:02 WIB
Boediono: Jangan Bereaksi Berlebihan Terhadap Inflasi
Jakarta - Inflasi April yang tercatat 0,57% menyimpang dari kebiasaan tahun-tahun sebelumnya yang justru mencatat deflasi. Bahkan jika tak hati-hati, inflasi kedepan bisa mencapai 9%, atau lebih tinggi dari asumsi pemerintah.

"Tinggi ya, tahun lalu deflasi," kata Menko Perekonomian Boediono yang ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (2/5/2008) malam.

Namun Boediono meminta agar semua pihak tidak memberikan reaksi yang berlebihan terhadap angka inflasi itu. Gubernur BI terpilih itu meminta agar inflasi juga dibandingkan dengan negara lain yang cukup tinggi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita lihat dengan perbandingan negara lain. Tentunya kita harus jangan bereaksi berlebihan, dalam arti negara-negara lain juga. Bahkan Singapura juga, yang biasanya rendah, inflasinya juga tinggi. Kita harus melihat dalam konteks itu," imbuhnya.

Tingginya inflasi, kata Boediono, merupakan sebuah fenomena global yang tak bisa dihindari. Bahan pangan juga tak lagi menjadi penyebab utama inflasi. Menurut BPS, harga pangan tergeser oleh sektor energi sebagai salah satu penyumbang inflasi terbesar.

"Vietnam saja yang produsen padi itu, inflasinya tinggi diatas 10%," kata Boediono.

Pemerintah, lanjut Boediono, terus berupaya untuk menahan laju inflasi kedepannya. Salah satunya adalah dengan memperlancar arus barang, termasuk mengamankan sisi suplai. "Dan tentunya produksi dari berbagai bahan pokok," imbuhnya.

Panen raya yang sekarang terjadi plus panen kedua di bulan September diharapkan mampu menjaga suplai beras nasional.

"Kita harapkan dengan panen yang cukup baik, dengan stok Bulog dan kita juga tahu ada stok di masyarakat, moga-moga saja kita bisa mengendalikan harga secara wajar. Memang di luar harganya naik, jadi kita tidak bisa menutup mata," jelasnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads