Rencana itu dibuat menyusul subsidi BBM yang diperkirakan mencapai US$ 13,6 miliar atau sekitar Rp 125 triliun pada tahun 2008, jika harga minyak mentah mencapai US$ 120 per barel.
Malaysia selama ini memberikan subsidi yang cukup besar untuk produk BBM, gas dan 21 jenis bahan pangan. Namun lonjakan harga-harga komoditas itu di pasar dunia terus membebani Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentuk teknisnya nanti ada di Mykad (Malaysian Identification Card) dan dapat diintegrasikan dengan SPBU, sehingga mereka dapat menggunakannya untuk mengidentifikasi orang," jelas Menteri Hubungan Perdagangan Domestik dan Konsumen Malaysia, Shahrir Samad seperti dikutip dari AFP, Senin (5/5/2008).
"Kita sedang melihat apakah bisa menggunakannya di SPBU, sehingga hanya warga Malaysia yang menikmati subsidi itu. Kita seharusnya tidak mensubsidi BBM dan barang-barang untuk orang asing seperti warga Singapura ataupun Thailand. Tanpa Mykad, mereka tetap bisa membeli barang, namun yang tidak disubsidi," imbuhnya.
Ia menambahkan, pemerintah Malaysia juga sedang mengembangkan sistem manajemen subsidi yang akan menjamin BBM murah bisa dinikmati warga miskin, sehingga subsidi itu tidaklah sia-sia.
"Jika kita dapat menghemat subsidi, kita dapat menggunakannya untuk mendanai proyek anti inflasi untuk menjega harga dan biaya-biaya yang murah bagi warga Malaysia," imbuhnya. (qom/ir)











































