Bantuan Negara Arab Sering Tak Direspons Pejabat RI

Bantuan Negara Arab Sering Tak Direspons Pejabat RI

- detikFinance
Senin, 05 Mei 2008 13:52 WIB
Jakarta - Negara-negara Arab mengeluh sulit memberikan bantuan kepada pemerintah RI. Para pejabat pemerintah Indonesia sering menampik uluran tangan dari negara Teluk.

Hal tersebut disampaikan para utusan dari Saudi Arabia, Qatar, Uni Emirat Arab, Oman, dan Kuwait yang tergabung dalam Gulf Country Club (GCC) saat bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (5/5/2008).

"Dikemukakan tadi bahwa sering ada uluran bantuan yang tidak mendapat respon serius dari pejabat pemerintah hingga terkesan bahwa mereka tidak mau membantu," kata Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah Alwi Shihab usai bertemu Wapres.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Alwi menjelaskan negara-negara Teluk itu ingin sekali hubungan kerjasama dengan RI lebih solid dan optimal. "Mereka melihat masih banyak ruang untuk meningkatkan hubungan ini," ujarnya.

mereka secara gamblang menyatakan sebenarnya para pejabat tinggi indonesia diharapkan lebih sering datang ke negara-negara teluk. mereka juga sering mengundang dan mungkin karena terlalu banyak kesibukan sehingga tidak sering mereka datang ke sana. itu antara lain keluhannya.

Alwi memaparkan, negara Saudi Arabia menginginkan lebih banyak lagi investasi ke Indonesia. Pemerintah Arab Saudi pun berharap RI mau mengundang para pengusahanya untuk berinvestasi.

"Dan mereka berjanji akan mengundang pengusaha kuat dari Saudi Arabia untuk datang dan berkunjung ke Indonesia," jelasnya.

Dari Oman, lanjut Alwi, meminta realisasi pembukaan kedutaan RI di Oman dipercepat. "Setelah dibuka kedutaan, Oman akan mengirim surat ke Deplu untuk mengundang delegasi untuk membicarakan lebih lanjut juga belum mendapat tanggapan," ujarnya.

Negara Uni Emirat Arab, lanjutnya, menyatakan telah mengirim surat kepada Depkes untuk membantu menanggulangi flu burung, polio, dsb. "Tapi mungkin karena kesibukan menteri atau aparat Depkes belum mendapatkan respon yang cepat," jelasnya.

"Selain itu, Kuwait menyatakan bahwa hubungan antara Indonesia dan Kuwait dalam bidang ekonomi bisa ditingkatkan," imbuhnya.

Untuk itu, GCC berharap hubungan dengan RI ini dapat dilembagakan. Terutama dalam bidang ekonomi.

"Jadi sebenarnya pihak mereka datang ke Wapres menyampaikan bahwa mereka siap untuk memobilisasi semua kekuatan agar hubungan Indonesia-GCC khususnya dalam bidang ekonomi bisa ditingkatkan. Sekarang banyak orang Timur Tengah yang ingin berinvestasi di Indonesia tapi banyak mendapat kendala yang perlu mendapat perhatian kita," paparnya.

Menanggapi permintaan itu, Wapres Jusuf Kalla berjanji akan menyampaikannya ke Presiden SBY. "Dan meminta pejabat kita yang terkait untuk merespon permintaan mereka," pungkas Alwi menirukan Kalla.
(ary/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads