Permitaan ini disampaikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara makan siang bersama komunitas pers di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (5/5/2008).
"Kalangan media massa tolong fair menyampaikan pilihan kita. Sehingga apa pun pilihan kita dimengerti rakyat bahwa negara mengambil kebijakan untuk kepentingan lebih besar," ujar SBY.
Β
Presiden mengakui bisa jadi kebijakan pemerintah nanti akan menimbulkan pro dan kontra di masyarakat. Tapi demi kepentingan lebih besar di masa mendatang, mau tidak mau resiko demikian harus diterima.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di dalam sambutan balasannya, Wwakil Serikat Penerbit Suratkabar (SPS), Dahlan Iskan, menyatakan media massa paham kesulitan pemerintah dan akan mendukung apa pun nanti keputusan pemerintah. Untuk itu ia mengingatkan bahwa rakyat sangat membutuhkan bukti pemerintah juga bekerja keras meningkatkan produksi energi dalam negeri.
"Sungguh enak bila saat ini produksi minyak kita naik. Perlu ada bukti di masyarakat, kita mampu menaikkan produksi minyak, mengubah PLTD jadi PLTU, energi panas bumi yang paling murah harus dieksplorasi. Yang ini juga harus disampaikan ke rakyat," ujar Dahlan.
Acara pertemuan sambil makan siang ini juga dihadiri sejumlah anggota kabinet. Di antaranya Wapres JK, Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie dan Menkominfo M. Nuh.
(lh/qom)











































