Produsen keramik merek Essenza ini mendapat dukungan fasilitas sukuk al ijarah dari PT Al Ijarah Indonesia Finance (ALIF) yang mencapai US$ 22 juta.
Hal ini menunjukkan tingkat kepercayaan lembaga keuangan asing cukup tinggi, sehingga telah menepis anggapan bahwa keramik sebagai sunset industri atau industri yang masa depannya suram.
Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Industri Keramik Indonesia (Asaki) Ahmad Widjaya saat dihubungi detikFinance, Senin (5/5/2008).
"Pertama memang Essenza sudah memiliki pasar strategis, ditambah lagi secara umum industri keramik mengalami pertumbuhan 8% per tahun, jadi siapa bilang keramik sunset Industri, yang namanya komoditas tidak akan sunset," katanya.
Ia menambahkan bahwa kalangan pendanaan lokal saat ini masih hati-hati karena lembaga keuangan seperti bank sangat detail dalam menentukan dan mengucurkan dana kepada industri keramik, sehingga katanya momen dukungan dana sukuk ke pihak Essenza menjadi momen penting.
"Dengan demikian bank lokal setelah ini bisa mengikuti dan tidak ragu-ragu mengucurkan dana untuk industri keramik, Walaupun banyak lembaga keuangan asing memberikan dukungan dana seperti Royal Dulton mendapat dukungan dari UK," serunya.
Sementara itu Presiden Direktur IKAI menyambut gembira dukungan dana sukuk yang diberikan. Ia mengatakan pihaknya lebih memilih pendanaan melalui sukuk karena dinilai lebih tepat dan adil.
"Ini yang pertama loh, sejak UU sukuk. Kita pilih ini karena dengan sukuk syariah saya rasa lebih adil dan baik," jelasnya.
(hen/ddn)











































