Hal tersebut disampaikan Anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo ketika dihubungi detikFinance, Selasa (6/6/2008).
"Kalau harga BBM naik 30 persen, dengan melihat kondisi sekarang angka kemiskinan akan bertambah sekitar 3 jutaan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah penduduk miskin akan bertambah karena saat ini masyarakat Indonesia tengah bergelut dengan kenaikan harga bahan pangan pokok, jika ditambah lagi dengan kenaikan harga BBM maka jumlah penduduk miskin pun akan melonjak drastis.
"Jadi dampaknya sudah pasti, dengan dua kenaikan harga itu yakni harga pangan dan harga BBM penduduk miskin akan meningkat drastis," ujarnya.
Pemerintah menurut Dradjad terlalu berpikiran sempit dengan menaikkan harga BBM. Pemerintah hanya mempertimbangkan dampak kenaikan harga minyak terhadap anggaran APBN.
Dradjad menilai pemerintah tak memperhatikan dampaknya terhadap masyarakat luas seperti masyarakat berpenghasilan tetap seperti karyawan, buruh, usaha kecil menengah, pedagang, toko kelontong, warung dan sektor informal. Dunia usaha juga diperkirakan akan mengalami kesulitan dengan adanya kenaikan BBM.
Menko Perekonomian Boediono sebelumnya mengatakan, kenaikan harga BBM sebenarnya lebih merupakan relokasi subsidi. Adanya kenaikan harga BBM akan dikompensasi dengan pemberian bantuan kepada masyarakat miskin.
"Dengan sistem ini, kita geser alokasi masuk ke kelompok miskin yang tujuan akhirnya adalah memberkuat APBN," kata Boediono sebelumnya.
Apakah bentuk pemberian kompensasi mirip program Bantuan Langsung Tunai(BLT) yang pernah diberikan beberapa waktu lalu, pemerintah belum memutuskannya.
(ddn/qom)










































