Pernyatan tersebut dilontarkan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidato pembukaan Musyawarah Perencaaan Pengembangan Nasional 2008 di Kompleks Bidakara, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
"Indonesia saat ini bukan lagi negara pengekspor minyak murni, dalam artian ekspor kita lebih banyak dari impor BBM. Tapi kita sekarang juga merupakan negara pengimpor sejumlah fuel yang tidak sedikit," jelas SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lifting minyak Indonesia saat ini tercatat hanya 927 ribu barel per hari. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya investasi untuk mendongkrak produksi.
"Cukup banyak sumur tua yang harus kita perbaiki," pungkas SBY. (qom/ir)











































