Industri kecil dan menengah (IKM) makanan dan minuman perlu meningkatkan teknologi pengolahan dan pengemasan. Sehingga selain bisa bersaing dipasar-pasar tradisional juga minimal bisa menembus pasar-pasar ritel internasional di dalam negeri.
"Ini kali yang ketiga terkait pameran makanan karena kuliner adalah masalah serius untuk penanganan untuk mejaga ketahanan pangan. Harus ada pengembangan, termasuk teknologi pengemasan dan pengolahan makanan dan minuman," kata Menteri Fahmi Idris dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirjen IKM Fauzi Aziz, saat membuka pameran pesona kuliner Indonesia (6-9 Mei 2008) di plasa Departemen Perindustrian (Depperin), Selasa (6/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Industri ini selain kualitas sehat yang baik, dituntut kemasan yang baik namun tidak melempaskan aspek cita rasanya," tambah Fahmi.
Untuk itu ia mengharapkan produk kuliner dalam negeri bisa bersaing dipasar lokal, termasuk bisa diterima pasar ritel internasional seperti Carrefour, Giant dan lain-lain. (hen/ir)











































