Hal tersebut disampaikan Menneg PPN/Kepala Bappenas Paskah Suzetta usai pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2008 di Komplek Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
"Ada 3 skenario kenaikan yang kita exercise, maksimal 30 persen, penurunan subsidi BBM sekitar RP 35 triliun," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hasil kenaikan BBM kita transfer untuk rakyat miskin. Semua untuk rakyat tidak terkait pemilu. Ini akan kita berikan kepada masyarakat tidak ada satu sen pun untuk belanja," tegasnya.
Data BLT masih akan menggunakan data keluarga miskin sebanyak 19,1 juta rumah tangga yang tergolong miskin.
Β
Paskah menuturkan dalam 2 minggu kedepan akan ada hasil perhitungan dari Depkeu, Bappenas dan Depsos dalam harga BBM.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menegaskan pemerintah akan memberikan perlindungan bagi rakyat bawah jika BBM naik dengan mengeluarkan Bantuan Langsung Tunai.
"Sehubungan apabila BBM naik, kita pastikan perlindungan kepada kaum lemah akan kita lakukan, jadi apabila BBM naik maka on top yang dilakukan kita tetap keluarkan BLT plus plus. Plusnya banyak," ujar SBY.
APBN 2008 saat ini menghadapi tekanan yang luar biasa dan sangat berat dan pemerintah dan DPR harus mencari solusinya agar APBN selamat, kredibel dan tepat.
Selama ini, lanjut SBY, fiskal policy yang akan dilakukan ada 3 yaitu penghematan menyeluruh, mengurangi subsidi termasuk kenaikan harga BBM pada prosentasi tertentu dan yang ketiga itu perlindungan kepada kaum lemah.
Untuk penanggulangan kemiskinan maka pemerintah mengkonsolidasikan dan memperbaiki kebijakan program penanggulan kemiskinan yang lama.
"Dan hasil nya kita temukan 3 kluster yang pertama perlindungan melalui bantuan sosial seperti BLT tadi, kedua program PNPM mandiri, dan yang ketiga Kredit Usaha Rakyat (KUR), sampai saat ini KUR itu sudah Rp 3,5 triliun, dan saya minta kepada pimpinan perbankan untuk lebih meningkatkan lagi karena ini untuk membantu rakyat-rakyat kecil," ujarnya.
Jika 3 kluster ini dijalankan dengan baik dan optimal SBY yakin itu bisa membantu rakyat kecil dalam menahan gejolak yang terjadi.
(ddn/qom)











































