Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai acara penandatanganan kerja sama PT Garuda Indonesia dengan Asuransi Jasindo di Hotel Grand Hyatt, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/5/2008).
"Dividen tahun ini masih tetap Rp 31 triliun, belum ada revisi sebagai dampak dari kenaikan BBM," ujarnya singkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenai pelepasan saham pemerintah di BUMN, Sofyan kembali menegaskan bahwa hal itu menunggu kondisi pasar keuangan membaik. Pemerintah tidak ingin rugi dengan memaksa pelepasan saham pada kondisi pasar yang sedang tidak menguntungkan.
"Itu sangat tergantung pada kondisi pasar dan bagaimana pemerintah mampu memperbaiki kondisi pasar, kalau pasar sudah baik baru IPO BUMN bisa dilakukan," ujarnya.
(ddn/ir)











































