Pasar minyak menjadi hiruk pikuk karena dipicu kerusuhan oleh militan di Nigeria, yang merupakan produsen minyak terbesar di Afrika. Pasar juga cemas terhadap pelemahan mata uang dolar AS.
Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (6/5/2008) harga minyak di New York untuk jenis light sweet pengiriman Juni sempat melonjak ke US$ 122,73 per barel, sebelum akhirnya ditutup di posisi US$ 121,84 per barel atau naik US$ 1,87.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar masih fokus pada fluktuasi mata uang, masalah geopolitik yang terjadi Nigeria, Irak dan Iran dan masalah ekonomi AS. Ketiga faktor ini membuat pasar cemas terhadap pasokan minyak," kata Kevin Norrish, analis dari Barclays Capital seperti dilansir dari AFP.
Militan di Nigeria menyerang sebuah kapal minyak di pesisir barat Afrika dan membawa dua orang sebagai sanderanya.
Sementara Iran yang merupakan negara produsen minyak terbesar keempat dunia, kembali menolak inspeksi proyek nuklirnya yang membuat pasar takut Iran sedang dalam proses memprodusi bom atom. (ir/ir)











































