Harga Minyak Melejit US$ 121

Harga Minyak Melejit US$ 121

- detikFinance
Rabu, 07 Mei 2008 07:40 WIB
Harga Minyak Melejit US$ 121
New York - Pergerakan harga minyak makin tidak terkendali dan terus menembus level tertingginya. Harga minyak di New York tembus ke US$ 121,84 per barel (1 barel=159 liter).

Pasar minyak menjadi hiruk pikuk karena dipicu kerusuhan oleh militan di Nigeria, yang merupakan produsen minyak terbesar di Afrika. Pasar juga cemas terhadap pelemahan mata uang dolar AS.

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (6/5/2008) harga minyak di New York untuk jenis light sweet pengiriman Juni sempat melonjak ke US$ 122,73 per barel, sebelum akhirnya ditutup di posisi US$ 121,84 per barel atau naik US$ 1,87.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitu pula dengan harga minyak di London untuk jenis Brent North Sea pengiriman Juni naik US$ 2,31 menjadi US$ 120,31 per barel. Sejak awal tahun 2008 harga minyak dunia sudah naik lebih dari US$ 20.

"Pasar masih fokus pada fluktuasi mata uang, masalah geopolitik yang terjadi Nigeria, Irak dan Iran dan masalah ekonomi AS. Ketiga faktor ini membuat pasar cemas terhadap pasokan minyak," kata Kevin Norrish, analis dari Barclays Capital seperti dilansir dari AFP.

Militan di Nigeria menyerang sebuah kapal minyak di pesisir barat Afrika dan membawa dua orang sebagai sanderanya.

Sementara Iran yang merupakan negara produsen minyak terbesar keempat dunia, kembali menolak inspeksi proyek nuklirnya yang membuat pasar takut Iran sedang dalam proses memprodusi bom atom. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads