Ekonom Tim Indonesia Bangkit Imam Sugema menilai masyarakat miskin justru makin terpukul karena harus menghadapi kenaikan harga BBM dan kenaikan barang lainnya sekaligus.
"Meski ada BLT Rp 100 ribu per bulan, dana yang harus dikeluarkan masyarakat sebetulnya menjadi lebih besar. Bisa hampir dua kali lipat," katanya dalam keterangan pers di Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara alternatif program lainnya, PNPM justru dilihat mirip MLM karena mekanismenya menjaring tenaga kerja. Padahal, dana yang dialokasikan tidak sedikit. Pada 2008 dianggarkan sebesar Rp 15 triliun dan naik pada 2009 menjadi Rp 58 triliun.
Imam menambahkan, golongan masyarakat yang paling menderita dengan kenaikan harga BBM ini adalah masyarakat near poor (hampir miskin). Masyarakat near poor tidak masuk dalam data penerima BLT, tetapi diprediksi akan kewalahan menghadapi kenaikan-kenaikan harga.
"Bukan tidak mungkin, yang tadinya sudah mulai menjadi near poor, makin terpuruk jadi miskin betulan. Meskipun dia tidak terdaftar sebagai penerima BLT," kata Imam. (lih/ir)










































