Bantuan Langsung Tunai Cuma untuk 'Obat Pening'

Bantuan Langsung Tunai Cuma untuk 'Obat Pening'

- detikFinance
Rabu, 07 Mei 2008 13:15 WIB
Jakarta - Pemberian kompensasi Bantuan Langsung Tunai (BLT) diibaratkan sebagai obat pening tapi dugunakan untuk mengobati sakit kanker. Sementara program Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) dinilai lebih mirip Multi Level Marketing (MLM).

Ekonom Tim Indonesia Bangkit Imam Sugema menilai masyarakat miskin justru makin terpukul karena harus menghadapi kenaikan harga BBM dan kenaikan barang lainnya sekaligus.

"Meski ada BLT Rp 100 ribu per bulan, dana yang harus dikeluarkan masyarakat sebetulnya menjadi lebih besar. Bisa hampir dua kali lipat," katanya dalam keterangan pers di Senayan, Jakarta, Rabu (7/6/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya, dana yang diberikan sebenarnya tidak sebanding dengan beban pengeluaran masyarakat. "Seperti obat pening, padahal sakitnya kanker," kata ekonom lainnya Henderi Saparini.

Sementara alternatif program lainnya, PNPM justru dilihat mirip MLM karena mekanismenya menjaring tenaga kerja. Padahal, dana yang dialokasikan tidak sedikit. Pada 2008 dianggarkan sebesar Rp 15 triliun dan naik pada 2009 menjadi Rp 58 triliun.

Imam menambahkan, golongan masyarakat yang paling menderita dengan kenaikan harga BBM ini adalah masyarakat near poor (hampir miskin). Masyarakat near poor tidak masuk dalam data penerima BLT, tetapi diprediksi akan kewalahan menghadapi kenaikan-kenaikan harga.

"Bukan tidak mungkin, yang tadinya sudah mulai menjadi near poor, makin terpuruk jadi miskin betulan. Meskipun dia tidak terdaftar sebagai penerima BLT," kata Imam. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads