PLN Rampungkan Pinjaman Dalam Negeri Proyek Pembangkit

PLN Rampungkan Pinjaman Dalam Negeri Proyek Pembangkit

- detikFinance
Rabu, 07 Mei 2008 18:22 WIB
PLN Rampungkan Pinjaman Dalam Negeri Proyek Pembangkit
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) persero berhasil memperoleh seluruh pinjaman porsi dalam negeri atau rupiah yang dibutuhkan untuk proyek percepatan pembangkit listrik di Jawa.

PLN memperoleh pinjaman sebesar Rp 7,3 triliun untuk pendanaan proyek 7.000 megawatt. Pinjaman diperoleh dari sejumlah bank lokal.

"Proses tender pinjaman yang masih dibutuhkan PLN sebesar Rp 7,3 triliun sudah selesai, tinggal finalisasi saja. Semuanya bank lokal," ungkap Wakil Dirut PLN, Rudiantara, saat dihubungi detikFinance, Rabu (7/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya, ia belum bisa mengungkapkan jumlah dan nama-nama bank lokal tersebut. Namun dengan diperolehnya pinjaman senilai Rp 7,3 triliun tersebut, berarti sumber pendanaan proyek 7.000 MW dalam mata uang rupiah sudah terselesaikan.

Total pendanaan yang dibutuhkan untuk pengerjaan proyek 7.000 MW sebesar Rp 13 triliun dan US$ 3,5 miliar.

Beberapa waktu yang lalu, PLN telah menandatangani pinjaman sebesar Rp 5,7 triliun dari beberapa bank lokal. Jadi pendanaan dalam mata uang rupiah yang masih dibutuhkan sebesar Rp 7,3 triliun.

"Dengan selesainya proses tender, boleh dibilang semua pendanaan rupiah sudah terpenuhi, tinggal menunggu eksekusinya saja," ujarnya.

Sementara untuk pendanaan dalam mata uang asing sebesar US$ 3,5 miliar, hingga saat masih dalam proses pengkajian. Opsinya adalah penerbitan obligasi dolar, sukuk dan pinjaman institusi.

"Opsi-opsi tersebut masih kita exercise. Tapi kalau untuk obligasi dolar atau sukuk yang jelas tidak dalam waktu dekat, karena kondisi pasar keuangan sedang kurang baik. Namun tetap diusahakan tahun ini setelah pasar membaik," ulas Rudiantara.
(dro/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads