"Hati-hari QSEAL palsu bisa berkeliaran diamana-mana," kata Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Gunadi Sindhuwinata mengingatkan.
Menurut Gunadi potensi terhadap label mutu tersebut bisa terjadi mengingat proses mendapatkannya membutuhkan waktu dan biaya dan evaluasi dalam waktu tertentu.
"Memang dengan baru diluncurkannya QSEAL ini, dengan jumlah perusahaan yang memperoleh QSEAL masih sedikit masih mudah untuk mengawasinya, walaupun tidak menutup kemungkinan ada pemalsuan," ujarnya.
Sedangkan Ketua pembina Sentra Otomotif Indonesia (SOI) Hasiolan Sidabutar, selaku pengembang QSEAL menepis kemungkinan pemalsuan tersebut karena QSEAL akan dipasarkan melalui jaringan asosiasi bengkel kendaraan Indonesia (Asbekindo).
"Kita juga akan mengetahui produsen mana saja yang memproduksi, sedangkan juga pelaksanaan proses memperoleh label mutu membutuhkan proses dan eveluasi," katanya. (hen/ddn)











































