Jaminan Kredit Usaha Rakyat Tambah Rp 1 Triliun

Jaminan Kredit Usaha Rakyat Tambah Rp 1 Triliun

- detikFinance
Kamis, 08 Mei 2008 09:28 WIB
Jaminan Kredit Usaha Rakyat Tambah Rp 1 Triliun
Jakarta - Penjaminan kredit UKM atau Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang disiapkan PT Askrindo mencapai Rp 1,45 triliun. Pemerintah bisa saja menambah jaminan hingga Rp 1 triliun.

Hal tersebut disampaikan Mennegkop UKM Suryadharma Ali ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu malam (7/4/2008).

Dari tambahan dana penjaminan sebesar Rp 1 triliun itu sekitar Rp 180 miliar berasal dari kantor kementerian Koperasi dan UKM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari Kementerian Koperasi dan UKM kami akan alokasikan dana Rp 180 miliar untuk tambahan jaminan jika diperlukan, dan nanti dari departemen lain juga akan memberikan share-nya untuk jaminan KUR ini, mungkin sampai terkumpul di atas Rp 1 triliun juga," tuturnya.

Dengan adanya penjaminan dari PT Askrindo senilai Rp 1,45 triliun pemerintah bisa memberikan kredit hingga 10 kali lipatnya yakni sebanyak Rp 14,5 triliun.
Β 
Suryadharma juga mengatakan, pemerintah akan memperpanjang jangka waktu program KUR ini dari perjanjian semula yang hanya 3 tahun dihitung sejak Oktober 2007.
Β 
"Jadi program ini tidak dibatasi hanya 3 tahun, dan juga meskipun jumlah kredit yang tersedia habis, kita akan tambah dan program ini jalan terus," katanya.
Β 
Selain itu mengenai 6 bank yang ikut serta dalam program ini, Suryadharma mengatakan pemerintah belum membuka lagi peluang bagi bank baru untuk ikut serta dalam program ini.
Β 
"Tapi sekarang yang akan dibuka adalah penyaluran KUR melalui Lembaga Keuangan Mikro, jadi dari 6 bank yang ikut serta ada yang terbatas kemampuannya untuk melayani KUR ini, karena itu akan digunakan Lembaga Keuangan Mikro untuk membantu penyalurannya," paparnya.
Β 
Dituturkannya program KUR ini dijalankan untuk memperluas penciptaan lapangan kerja, pendapatan masyarakat dan juga peningkatan daya belu masyarakat. "Pemerintah akan selalu pro-growth, pro-job dan pro-poor," imbuhnya.
Β 
Sementara mengenai bank yang paling banyak mengucurkan KUR sampai saat ini, Suryadharma mengatakan adalah Bank Rakyat Indonesia (BRI), namun dia enggan mengatakan berapa porsi BRI dari total Rp 5,2 triliun yang telah disalurkan 6 bank peserta KUR sampai akhir April 2008.
Β 
"Besaran suku bunga yang diberikan untuk program KUR ini adalah sebesar 16 persen," kata Suryadharma.
Β 
Dia juga mengatakan pemerintah tidak kuatir akan meningkatnya NPL KUR dengan rencana kenaikkan harga BBM yang akan dilakukan pemerintah.
Β 
"BRI saja sampai saat ini untuk kredit UKM dalam kondisi sulit, hanya mencapai 1,19 persen. Jadi saya rasa kenaikkan BBM tidak akan berpengaruh bagi usaha kecil, kan mereka tidak mengendarai mobil," katanya.
Β 
Pada kesempatan yang sama, Direktur UKM BRI Sulaeman Arif mengatakan program KUR ini cukup menguntungkan bagi bank karena menambah nasabah baru.
Β 
"Jadi untuk dana jaminan, pemerintah juga tidak perlu menambah semua kalau memang performance para debitur KUR ini bagus, apalagi untuk kredit usaha mikro NPL-nya kecil," tuturnya.
Β 
Sulaiman juga mengatakan ke depannya pemerintah menginstruksikan bank yang ikut program ini untuk mencari nasabah baru yang produktif dan belum bankable. "Dan dengan begitu kita akan mengembangkan ekonomi kerakyatan di Indonesia," ujarnya.
(dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads