Mittal Inginkan 49% Saham KS

Mittal Inginkan 49% Saham KS

- detikFinance
Kamis, 08 Mei 2008 17:30 WIB
Mittal Inginkan 49% Saham KS
Jakarta - Produsen baja kelas dunia ArcelorMittal mengincar 49 persen kepemilikan saham di PT Krakatau Steel melalui pola strategic partner atau mitra strategis.

Mittal percaya akan memenangkan pinangannya karena sangat mengenal Indonesia dan pasar baja Indonesia.

"Kami ditawarkan di bawah 50 persen, mungkin kami akan mengambil angka maksimum 49 persen melalui strategic partner," ujar Executive Vice President Finance and M & A ArcelorMittal Sudhir Mahesh Wari dalam jumpa pers di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (8/5/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mittal sangat percaya diri dengan menjelaskan tawaran yang menurut Sudhir saling menguntungkan atau win-win solution.

Untuk investasi di Indonesia, jika berhasil meminang Krakatau Steel dana yang disediakan mencapai US$ 5-10 miliar.

Mittal berkomitmen dalam jangka panjang untuk memastikan bahwa Indonesia akan memiliki industri baja yang berkelanjutan jika menggandeng ArcelorMittal.

"Target kami adalah untuk memastikan Indonesia memiliki industri baja terutama memenuhi permintaan domestiknya," ujarnya.

Mengenai pertemuan dengan Menneg BUMN Sofyan Djalil, Sudhir mengaku telah memaparkan secara rinci dan jelas apa saja yang akan dilakukan Mittal untuk pengembangan Krakatau Steel.

Ditanya mengenai penolakan Mittal dari manajemen PT Krakatau Steel dan warga Banten, Sudhir mengatakan hal itu terjadi karena kurangnya sosialisasi.

"Mungkin karena mereka tidak mengenal kami makanya kami harus datang untuk menjelaskan apa yang akan kami lakukan," ujarnya.

ArcelorMittal juga siap memaparkan presentasinya kepada semua pihak yang membutuhkan termasuk ke DPR.

"Ini bukan lobi karena lobi itu sering diasosiasikan negatif, kami akan terus memberikan penjelasan kepada pihak manapun termasuk parlemen," ujar dia.

Ketika ditanya jika pemerintah lebih memilih opsi IPO ketimbang strategic partner Sudhir mengaku tidak bisa berandai-andai. "Kami belum memikirkan dan memutuskan jika nanti IPO yang diutamakan," ujar Sudhir.

Dalam presentasinya kepada Menneg BUMN, Mittal menawarkan 3 proposal kerja sama, pertama menjadi investor strategis di Krakatau Steel seperti disebut di atas.

Kedua bekerja sama dengan Krakatau Steel membentuk joint venture atau perusahaan patungan untuk pengembangan kompleks baja green field di Cilegon Serang.

Ketiga bekerja sama dengan PT Antam mendirikan perusahaan patungan untuk pengembangan batubara, bijih besi, nikel, dan mangan di Indonesia.

Sudhir mengatakan ArcelorMittal merupakan pemimpin pasar baja di 4 benua telah berpengalaman dalam proses privatisasi. Contohnya di Kanada, Meksiko, Polandia, Rumania, Kazakhstan, Ceko, dan Ukraina.

"Mittal paling memahami Indonesia, karena memiliki ikatan yang kuat karena pernah mendirikan pabrik baja pertama tahun 1976 yang saat ini masih dimiliki keluarga kita," ujarnya.
(ddn/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads