Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pengerjaan Logam dan mesin Indonesia (Gamma) Achmad Safiun di sela-sela acara Kuliah Umum Presidential Lecture Featuring Bill Gates, di JCC, Jakarta, Jumat (9/5/2008).
Β
"Kalau di KS setiap pengolahan 1 ton baja bisa memakan biaya 650 Kwh, sedangkan seperti perusahaan asing yang sudah memakai teknologi dan mesin baru hanya 300 Kwh," jelasnya.
Β
Ditambahkannya dengan adanya kenaikan BBM khususnya industri dengan kondisi mesin yang sudah ujur maka biaya produksi industri logam akan membengkak mencapai 4 kali lipat.
Β
"Kalau dahulu biaya energi untuk industri logam mencapai 10% hingga 15% dengan adanya kenaikan BBM maka bisa mencapai 60%," kata Safiun.
Terkait privatisasi melalui mitra strategis, Safiun menyarankan agar manajemen KS dipegang oleh pemilik saham minoritas. Namun posisi saham pemerintah di KS harus tetap mayoritas.
Β
"Untuk 5 tahun pertama, minoritas harus dipercaya untuk memegang manajemen, agar ada perubahan ditubuh KS, sebaiknya dibuat perjanjian seperti itu," seru Safiun.
Β
Safiun menambahkan saat ini strategi yang paling tepat yang bisa dilakukan adalah melalui strategic sale karena dengan kondisi KS sekarang proses tersebut lebih tepat dibandingkan dengan IPO.
Β
"Posisi yang paling pas adalah pemerintah harus mayoritas 51% dan 49 % bagi partner-nya," katanya.
Β
Mengenai potensi konflik, menurut Safiun hal itu bisa terjadi namun dengan kultur Indonesia agak sulit terjadi. "Dengan sikap orang kita yang sungkan, maka sulit. Apalagi kalau sudah ditunjuk," ujarnya. (hen/qom)











































