Menneg BUMN Sofyan Djalil sudah bertemu dan mendengar proposal kedua calon investor tersebut padaΒ Kamis kemarin (7/5/2008). Namun Sofyan mengatakan tidak akan memihak manapun, karena pemerintah dan DPR belum memutuskan opsi apa yang akan diambil untuk privatisasi Krakatau Steel.
Ada 2 opsi dalam privatisasi Krakatau Steel yaitu strategic sales atau pelepasan saham kepada publik (IPO).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sofyan mengatakan pertemuannya dengan Mittal maupun BlueScope tidak berbeda. Pertemuan tersebut masih pada tahapan awal perkenalan saja. "Intinya adalah sama, ide yang bagus silahkan didiskusikan secara lebih detil, yang penting apa yang terbaik untuk menuju tujuan yang terbaik," ujarnya.
Sementara itu mengenai rencana Mittal yang dikatakan tertarik untuk membeli 49 persen saham Krakatau Steel, Sofyan mengatakan dalam proposal yang disampaikan tidak mengatakan seperti itu.
"Enggak mereka bilang yang namanya minoritas sampai maksimum 49 persen, itu subject to negotiation tapi saya nggak yakin mereka ngomong begitu, yang pasti itu perlu dibicarakan semua itu," tuturnya.
Ditambahkan Sofyan berapapun yang ditawarkan oleh para calon investor tersebut, pemerintah siap untuk bernegosiasi. "Yang penting adalah bagaimana kehadiran mereka bisa membuat industri baja, menciptakan industri baja di Indonesia," ujarnya.
Sementara mengenai calon investor lain di luar kedua calon yang sudah menghadap pemerintah, Sofyan menjawab belum ada. Infonya, Tata Steel dikabarkan akan segera bertemu dengan Menneg BUMN pekan depan untuk membicarakan hal yang sama. (dnl/ir)











































