Pada perdagangan Jumat (9/5/2008) di SIngapura, kontrak utama untuk minyak jenis light pengiriman Juni melonjak hingga US$ 124,70 per barel. Kontrak ini selanjutnya surut ke US$ 124,65 per barel, atau naik 96 sen dibandingkan penutupan Kamis kemarin di New York pada harga US$123,69 per barel.
Kontrak tersebut kemarin sempat juga menembus US$ 124,57 per barel. Sementara minyak jenis Brent naik 92 sen menjadi US$ 123,76 per barel. Di London, kontrak minyak jenis Brent sempat menembus US$ 123 untuk pertama kalinya, sebelum surut ke US$ 122,84 per barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sekjen OPEC Abdalla Salem El-Badri mengatakan saat ini dunia tidak ada kekurangan pasokan minyak. Meski ada kenaikan permintaan di AS, tapi diyakini seharusnya itu berdampak kecil terhadap pergerakan harga.
"Dalam beberapa bukan belakangan, harga minyak makin bergejolak, pemicunya oleh perkembangan yang terjadi di pasar finansial yang telah membuat investor beralih melakukan spekulasi di harga minyak," kata El-Badri.
"Kekacauan di pasar saham global dan adanya pelemahan dolar AS telah mendorong investor mencari investasi yang lebih baik di pasar komoditas, yang sebagian besar bermain di pasar minyak. Faktor inilah yang memicu kenaikan harga. Karena pada dasarnya tidak ada kekurangan pasokan minyak di pasar," imbuhnya.
OPEC terdiri dari 13 negara produsen minyak yang menguasai 40% pasar minyak dunia dengan produksi mencapai 32 juta barel per hari. (qom/ir)










































