Tidak Naikkan BBM Lebih Banyak Mudarat dari Maslahatnya

Tidak Naikkan BBM Lebih Banyak Mudarat dari Maslahatnya

- detikFinance
Sabtu, 10 Mei 2008 12:28 WIB
Tidak Naikkan BBM Lebih Banyak Mudarat dari Maslahatnya
Jakarta - Kenaikan BBM sudah menjadi keharusan di tengah tingginya harga minyak dunia sementara negara cuma memiliki cadangan minyak sedikit. Tidak menaikkan BBM justru akan lebih banyak mudaratnya atau kerugian daripada maslahatnya (untung).

"Opsi-opsi untuk tidak menaikkan BBM jauh lebih banyak mudaratnya ketimbang maslahatnya," kata pengamat ekonomi Faisal Basri, dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (10/5/2008).
   
Faisal mengaku, sudah banyak pihak yang mengingatkan pemerintah jauh-jauh hari bahwa harga minyak dunia akan terus naik ke US$ 100 per barel. Namun saat itu pemerintah tetap mematok harga minyak di APBN US$ 60 per barel.

"Jadi ini kemampuan prediksi pemerintah diragukan. Jika saja pemerintah sudah mengantisipasi seja awal mungkin kenaikannnya tidak langsung 30% bisa secara bertahap 5-10%. Karena kalau tidak naik pun mau nunggu harga sampai berapa US$ 100 atau US$ 200 yang tentunya akan jauh memberatkan kenaikannya," tutur Faisal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika antisipasi dilakukan sejak awal lanjut Faisal, pemerintah bisa cepat menciptakan lapangan kerja. Sehingga program pro poor, pro growth dan pro job bukan hanya basa basi.

"Tapi program SBY tidak kunjung diimplementasikan dengan baik terbukti kesenjangan makin tinggi," katanya.

Faisal mengatakan, meski kompansasi Bantuan Tunai Langsung  (BLT) untuk warga miskin diragukan implementasinya. Namun itu masih lebih baik ketimbang mensubsdidi BBM untuk orang kaya.

"Akan lebih baik alokasinya itu digunakan bagi orang-orang yang membutuhkan. Sekarang ini bisa dilihat banyak pengendara mobil yang tadinya memakai Pertamax jadi premium. Nelayan tidak melaut mereka lebih memilih menjual BBM di laut, dan supir truk lebih senang mengambil BBM daripada batubara karena akan menerima keuntungan Rp 4.000," tutur Faisal. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads