Lebih Doyan Karbohidrat, Konsumsi Protein Indonesia Rendah

Lebih Doyan Karbohidrat, Konsumsi Protein Indonesia Rendah

- detikFinance
Sabtu, 10 Mei 2008 14:40 WIB
Lebih Doyan Karbohidrat, Konsumsi Protein Indonesia Rendah
Jakarta - Tingkat konsumsi pangan berbasis protein di Indonesia masih sangat rendah, termasuk bila dibandingkan dengan Malaysia, Jepang dan lain-lain. Indonesia termasuk negara yang cukup tinggi dalam konsumsi karbohidrat dan minyak goreng.

Demikian disampaikan oleh Wakil Ketua Komite Pemantapan Ketahanan Pangan & Industri Pertanian Primer KADIN, sekaligus Ketua Forum Masyarakat Perunggasan Indonesia Don P. Utoyo melalui pesan singkatnya, Sabtu (10/5/2008).

"Bandingkan! orang Indonesia makan 139 kg beras per kapita beras per tahun, Jepang 60 kg. Perhatikan Hoka-Hoka Bento sedikit nasi, banyak lauk, ayam dan lainnya," ucap Utoyo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehingga katanya pengembangan pangan untuk bidang makanan yang mengandung protein masih cukup besar, maka diperlukan upaya yang serius dari pemerintah untuk mengembangkan sektor pangan berbasis protein.

"Orang Indonesia makan telur 1 butir per minggu,  orang Malaysia makan telur 1 butir per hari. Orang Indonesia makan 1 ayam broiler per 4 bulan, Malaysia 2 ayam per bulan," Utoyo mencontohkan.
 
Yang menarik, justru Utoyo mencatat orang Indonesia paling banyak memakan makanan gorengan dibandingkan dengan dua negara tadi. "Konsumsi minyak goreng lebih 2,5 kg per tahun ini adalah  penyebab kolesterol di Indonesia," ucapnya.

Padahal Utoyo menjelaskan bahwa protein hewani banyak mengandung zat besi, yodium yang berguna untuk pengembangan kecerdasan otak dan  menjaga daya tahan tubuh, dan juga meningkatkan kinerja dan mengurangi Emosi.    

"Kondisi pangan dunia sedang tidak menguntungkan. Beryukur kita mampu memproduksi beras cukup, daging dan telur ayam cukup, jagung kurang, kedele dan daging sapi tapi masih kurang jauh," kata Utoyo mengutip pernyataan Presiden SBY.

Ia meminta perlu ada upaya serius dalam hal mengkampanyekan gizi protein hewani, peningkatan produksi unggas, Jagung. Selain itu, pemerintah harus mempermudah izin masuk bibit dan bahan-baku. Yang paling penting katanya harus ada kesungguhan pemerintah memberantas flu burung, penyakit ternaik lainnya seperti PMK/FMD, Sapi Gila/BSE dan lain-lain.

(hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads