"Prosesnya hampir final, karena pemerintah enggak mungkin mengumumkan kenaikan BBM sebelum ini siap dulu," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan menjawab detikFinance, disela-sela rapat BPS se-Indonesia di gedung BPS pada Sabtu 10 Mei 2008.
Menurut Rusman maunya pembagian BLT ini lebih awal atau dibarengi dengan kenaikan BBM. Atau paling tidak pada saat diumumkan para keluarga miskin sudah memegang kartu, semua kantor pos sudah memegang duit, dan kantor pos juga sudah mengumumkan jam berapa pembagiannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk data terbaru BPS membutuhkan waktu minimal 3 bulan untuk survei. Namun Rusman memastikan BLT tahun 2009 sudah menggunakan data terbaru.
Pembagian BLT kali ini juga diharapkan lebih lancar karena kantor pos diminta untuk memperbanyak frekuensi pelayanannya. Sehingga diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang pingsan karena mengantre.
"Salah satu hal yang akan diperbaiki oleh kantor pos adalah mekanisme pembayaran. Jadi kalau dulu kan sangat masif dengan waktu terbatas, kalau sekarang diberikan kelonggaran dengan diberikan jadwal, jadi enggak ada pemandangan jelek, ada pingsan dan meninggal kan enggak bagus. Makanya kita sudah wanti-wanti Dirut Pos Indonesia. Jadi frekuensinya akan diperbanyak kalau yang belum masuk jadwal enggak usah," urai Rusman.
Sebelumnya Wapres Jusuf Kalla mengatakan kenaikan BBM sekitar 30% akan diumumkan pada akhir Mei 2008, namun tetap saja tidak ada pengumuman waktu yang jelas. (hen/ir)











































