BBM Naik Ekspor Bisa Tertekan

BBM Naik Ekspor Bisa Tertekan

- detikFinance
Senin, 12 Mei 2008 11:55 WIB
BBM Naik Ekspor Bisa Tertekan
Jakarta - Potensi ekspor Indonesia bisa tertekan dengan adanya kenaikan BBM yang diperkirakan mencapai 30%. Kenaikan BBM akan menaikan biaya pelabuhan dengan persentase yang sama.

Namun pemerintah yakin bahwa tertekannya ekspor karena kenaikan BBM di Indonesia, juga dialami oleh negara lainnya, sebagai akibat lonjakan harga pangan dan energi termasuk BBM.

"Kita belum tahu, tetapi kalau harga pangan dan harga energi juga mempengaruhi negara lain, artinya biaya dinegara lain juga sama. Jadi harus kita bandingkan dengan negara lainnya," ucap Menteri Perekonomian Boediono usai meresmikan Rakornas perhubungan Kadin 2008, di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (12/5/2008).

Boediono juga menyerukan kepada pelaku usaha agar bisa mengimbangi kenaikan biaya energi termasuk BBM. Caranya bisa disikapi dengan bijak agar memperioritaskan kebutuhan masyarakat, bahkan melakukan efisiensi.

"Pasokan yang lebih baik, harga yang sangat wajar saya kira itu kontribusi bagi pelaku bisnis kepada masyarakat itu yang kita inginkan," pinta Boediono.

Ditempat yang sama, Ketua Umum Kadin MS Hidayat mengatakan, ekspor akan terpukul oleh kenaikan biaya pelabuhan sebagai akibat kenaikan BBM.

"Kalau biaya pelabuhan hingga naik 30% maka akan mempengaruhi biaya produksi kita sehingga ekspor kita menjadi tidak kompetitif," kata Ketua Kadin MS Hidayat. (hen/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads