Demikian jurnal Crops Prospects and Food Situation terbitan FAO edisi kedua bulan April 2008, seperti disampaikan Atase Pertanian KBRI Roma Erizal Sodikin kepada detikFinance tadi malam atau Senin (12/5/2008).
Salinan Crops Prospects and Food Situation yang berada di tangan detikFinance menunjukkan, negara Asia yang paling rawan pangan adalah Irak dan Afghanistan, akibat dari situasi konflik dan ketidakamanan. Disusul Korea Utara di tempat ketiga dengan sebab sanksi ekonomi dan dampak pascabanjir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di tempat berikutnya Nepal, disebabkan akses pasar yang lemah, konflik dan banjir. Lalu Srilangka, juga karena konflik dan banjir. Kemudian Tajikistan, yang dicengkeram cuaca dingin, banjir dan tanah longsor, serta akses pasar yang lemah.
Urutan sembilan ditempati Timor Leste. Penyebabnya pascakekeringan, banjir, dan pengungsian. Dan terakhir adalah Vietnam akibat cuaca dingin di bagian utara negeri itu.
Sementara Moldova merupakan satu-satunya negara di Eropa yang rawan pangan. Chechnya, yang dalam edisi sebelumnya pada Februari masih ditempatkan FAO dalam daftar negara rawan pangan, kini berhasil keluar.
Daftar negara rawan pangan selengkapnya untuk kawasan lain.
Amerika Latin: Bolivia, Dominican Republic, Ecuador, Haiti, Nicaragua
Afrika: Lesotho, Somalia, Swaziland, Zimbabwe, Eritrea, Liberia, Mauritania, Sierra Leone, Burundi, Republik Afrika Tengah, Chad, Republik Kongo, Republik Demokratik Kongo, Pantai Gading, Etiopia, Ghana, Guinea, Guinea-Bissau, Kenya, Sudan, Uganda.
(es/es)











































