Â
Demikian disampaikan oleh Ketua Komisi V DPR RI Ahmad Muqowam dalam acara Rakornas Perhubungan Kadin Indonesia 2008, di hotel Borobudur, Jakarta, Senin (12/5/2008).
Â
"Subsidi pemerintah tidak bisa langsung ke masyarakat. Sehingga pemerintah bisa mengundang Kadin dan Organda agar misalnya BBM untuk yang pribadi naik tetapi yang massal tidak naik. Kalau ada subsidi jadi kanalnya melalu Kadin dan Organda," serunya.
Â
Menurut Muqowam pemberian subsidi langsung cenderung berpeluang tidak tepat sasaran dan rentan dengan kebocoran. Sehingga mekanisme subsidi tidak langsung diharapkan menjadi alternatif yang bisa dipilih oleh pemerintah dalam upaya mekanisme subsidi sebagai dampak kenaikan BBM.
Â
"Yang menjadi kanalnya adalah Organda, sehingga bisa tepat sasaran, menekan kebocoran dan juga memberdayakan fungionalisasi yang ada sekarang ini," katanya. (hen/ir)











































