Rencananya, kantor tersebut akan mengatur proyek pertama Emaar di negara ini yaitu proyek mega-pariwisata dan sejumlah proyek lainnya di Lombok, serta menjajaki sejumlah peluang baru untuk berkembang.
"Kantor perwakilan Emaar di Jakarta akan mengarahkan upaya perusahaan untuk mengidentifikasi peluang pertumbuhan baru di negara ini dan juga memastikan agar jalannya proyek Lombok tepat waktu, sehingga berpotensi menjadi pusat tujuan pariwisata seperti Bali," kata Mohamed Ali Alabbar, Chairman, Emaar Properties dalam siaran persnya, Selasa (14/5/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan rencana pengembangan kami untuk Indonesia, Emaar memantapkan perluasan geografisnya di Asia," kata .
Emaar merupakan pengembang pertama dari Timur Tengah dan Afrika Utara yang melebarkan sayapnya ke Indonesia, pasar yang baru bertumbuh dengan potensi pertumbuhan yang kuat, khususnya di sektor pariwisata. Area Lombok seluas lebih dari 1.175 hektar, akan menjadi proyek ramah lingkungan yang akan memperkuat sektor pariwisata negara ini.
Komunitas dalam rencana induk berlokasi di pantai Kuta dan Tanjung yang sangat bersih dan yang akan mengintegrasikan unsur alam menjadi kawasan hunian, bersantai dan hiburan. Ragam kegiatan bersantai mencakup antara lain olahraga menyelam, snorkeling, mendaki, dan berselancar.
Proyek Lombok tersebut akan memiliki daerah alami yang menghadap laut seluas 17 km lebih, yang akan mendukung fasilitas marina, selain hunian mewah dan resort yang dikelola oleh jaringan pengelola berbintang lima.
"Proyek ini akan membuka banyak pekerjaan dan mendukung sejumlah sektor ekonomi penunjang," imbuh Mohammed Ali Abdullah, Regional Executive Director, Emaar International-Indonesia, Aljazair dan Libia.
"Sejalan dengan sejumlah praktek lingkungan terbaik, proyek Lombok akan menjajaki sejumlah kemajuan baru untuk mengembangkan proyek dan menciptakan pusat wisata yang berkelanjutan," tambahnya.
Emaar Properties PJSC adalah salah satu perusahaan real estat terbesar di dunia yang tercatat di Dubai Financial Market, bagian dari Dow Jones Arabia Titans Index dan mempunyai sertifikasi standar kualitas ISO9001:2000. Emaar juga mengembangkan Burj Dubai, bangunan dan struktur mandiri tertinggi di dunia, dan The Dubai Mall, salah satu tujuan belanja dan hiburan terbesar di dunia.
Di Arab Saudi, Emaar mengembangkan King Abdullah Economic City senilai US$26,6 miliar, proyek swasta terbesar di daerah tersebut. Portofolio Emaar saat ini mencakup beberapa negara: Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, Suriah, Libanon, Moroko, Mesir, Turki, Libia, Aljazair, India, Pakistan, Indonesia, Amerika Serikat, Inggris, Perancis dan Kanada.
Emaar memegang 30 persen ekuitas di Dubai Bank, yang bergerak di bidang ritel dan bank umum. Emaar juga pemegang saham terbesar di Amlak Finance, perusahaan pemberi kredit rumah Islami terkemuka di UAE.
(qom/ir)











































