"Kalau alokasi triwulan pertama dihitung secara rata-rata, jatah setahun dibagi empat, maka konsumsi BBM PLN triwulan pertama ini sudah melebih alokasi, sekitar 6%," kata Direktur Jawa Madura Bali PLN Murtaqi Syamsudin.
Ia menyampaikannya disela pengukuhan Tim Hemat Energi PLN Disjaya, di kantor PLN Distribusi Jakarta Jaya dan Tangerang, Jakarta, Selasa (13/5/2008).
Kalau jatah setahun sebesar 9,1 juta kiloliter itu dibagi empat, maka alokasi per triwulannya sekitar 2,25 juta kiloliter. Dengan perkiraan konsumsi yang membengkak 6%, maka realisasi konsumsi BBM PLN sekitar 2,385 juta kiloliter.
Meski begitu, ia optimis PLN bisa memenuhi konsumsi BBM sesuai jatah tahun ini. Untuk itu, PLN melakukan beberapa percepatan pengalihan bahan bakar pembangkit.
Diantaranya adalah percepatan pasokan gas untuk Muara Tawar dan Cilegon pada pertengahan Juni 2008. Sebagai penghematan, PLN juga mengubah konsumsi BBM jenis HSD (high speed diesel) menjadi MFO (marine fuel oil) yang harganya lebih murah.
"Mengubah HSD ke MFO ini akan kita lakukan di Tambak Lorok yang belum juga dapat gas. Rencananya bisa mulai kita lakukan akhir tahun ini," kata dia. (lih/qom)











































