"Perlu adanya promosi yang lebih insentif untuk menginformasikan kemampuan industri elektronik. Disamping penyebaran lokasi industri yang lebih luas dan tidak hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa dan Batam," ungkap Menteri Perindustrian Fahmi Idris pada acara pembukaan pameran produk elektronik di Gedung Depperin, Gatot Subroto, Selasa (13/5/2008).
Dengan pertumbuhan dan potensi industri elektronik yang relatif baik, Fahmi mengharapkan industri elektronik akan terus berkembang sesuai dengan roadmap industri elektronik hingga 2025.
Roadmap itu mencakup pengembangan industri elektronik berbasis konsumsi, alat medis dan komponen elektronik berbasis digital yang tertuang dalam road tahun 2010.
Hingga kini Depperin menerapkan strategi pengembangan dan penguatan industri elektronik yang berbasis kluster industri sehingga mempermudah berkembangnya industri ini.
Tahun ini ekspor produk elektronik ditargetkan bisa mencapai US$ 7,8 miliar. Dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 6,95 miliar. Dengan nilai produksi mencapai Rp 87,39 triliun dengan nilai investasi US$ 481 juta, jumlah tenaga kerja 235 000 orang. Dalam KPIN 2005-2009 industri elektronik ditargetkan tumbuh 11,5% per tahun dengan investasi ditargetkan mencapai US$ 2,5 miliar.
"Sekarang ini memang lebih pada perluasan belum ada investasi baru, karena hampir semua pemaen dunia sudah ada disini," katanya.
(hen/qom)











































