Direktur Jawa Madura Bali PLN Murtaqi Syamsudin menjelaskan, semua patokan dalam APBNP 2008 hanya bisa meng-cover pertumbuhan listrik sebesar 1,24%.
"Pertumbuhan sebesar ini menjadi tidak realistis karena pada 2007 pertumbuhannya saja sampai 6,7%. Kalau terlalu dibatasi, dampaknya pengembangan dunia usaha dan industri bisa tidak terlayani," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Murtaqi menuturkan, pertumbuhan listrik sebenarnya merupakan cerminan dari pertumbuhan ekonomi, pertambahan penduduk, peningkatan kesejahteraan masyarakat dan juga inefisiensi.
Untuk itu, PLN mengupayakan beberapa pengurangan konsumsi BBM dan penekanan inefisiensi. Pengurangan konsumsi BBM dilakukan dengan mengganti BBM dengan gas.
Sementara penekanan inefisiensi dilakukan antara lain dengan mengatur biaya-biaya yang bisa dikontrol seperti biaya administrasi umum dan biaya perawatan serta menurunkan susut jaringan. Targetnya, PLN bisa menghemat biaya-biaya yang tergolong bisa dikontrol sebesar 20% tahun ini.
(lih/qom)











































