Demikian disampaikan oleh Ketua Umum Asosiasi Perlampuan Listrik Indonesia (Aperlindo) John Manoppo di gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jl Gatot Subroto, Selasa (13/5/2008).
"Juni 2008 rencananya sudah dibagikan semua 51 juta unit, dari Maret rencana dibagikan. Malah Mei kocok ulang, artinya ada molor 3-4 bulan," ucap John.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang posisi masih tender di Bali dengan 960.000 unit. Kami tidak mau nanti masalah ini dibebankan ke produsen dengan push produksi dampaknya proses produksi menjadi produk karbitan, kualitasnya bisa berkurang," ungkap John.
Menurutnya apabila PLN mampu melakukan program ini tepat waktu maka PLN dapat menghemat kurang lebih Rp 1,8 triliun. "Ada lost Rp 600 miliar, kalau melihat sekarang maka Juli baru akan dibagikan dan selesai bulan November," tambah John.
Selain itu, kata John untungnya sekarang ini impor ilegal LHE mulai menyusut walaupun masih terus berlangsung. Data impor LHE tiga bulan pertama 2008, tercatat ada 17 juta unit, dari angka itu ada 1,5 juta unit atau sejumlah kontainer 6 LHE ilegal per bulannya yang lolos.
"Per bulannya ada Rp 15 miliar lost dari LHE ilegal, yang ilegal masih 25% mengisi pasar, artinya bea cukai masih lembek, angin-aginan kadang-kadang keras kadang-kadang lembek," ungkapnya. (hen/ir)











































