"Saya perkirakan naik, 45% impor ilegal di pasar domestik termasuk barang-barang bekas. Kalau pemerintah tidak jaga maka impor ilegal akan semakin besar," kata Ketua Umum Gabungan Elektronik (Gabel) Rachmat Gobel di gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jakarta, Selasa (13/5/2008).
Gobel menambahkan, maraknya penyelundupan tidak terlepas dari kondisi makro dunia yang terus terjadi pergeseran pasar dari negara-negara produsen elektronik. Misalnya China yang mengalihkan pasarnya dari AS ke negara lain termasuk Indonesia.
"Ada ancaman dengan adanya negara lesu, karena AS lesu, momentum ini akan meningkatkan lagi, penyelundupan semakin marak terjadi saat ini dan semakin parah," katanya.
Selain itu, kata Rachmat, kondisi geografis Indonesia sangat rentan dengan penyelundupan terutama di wilayah perbatasan, sehingga upaya bea cukai tetap saja akan terus kecolongan.
"Penghapusan PPnBM ini yang kita tunggu sekarang ini pemerintah mau mempertahankan ini atau tidak. Kapan pemerintah keluarkan. Lama-lama pengusaha lihat bahwa keadaan menarik, mereka melihat Indonesia menarik, bisa jadi perusahaan akan melakukan impor," ujarnya.
(hen/qom)










































