Hal tersebut disampaikan Dirjen Bea Cukai Depkeu, Anwar Suprijadi usai rakor di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (13/5/2008).
"Di kuartal I, kita genjot mumpung ekonomi masih baik," ungkap Anwar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara penerimaan cukai sudah mencapai Rp 16 triliun, atau 35,4% dari target APBNP 2008 yang sebesar Rp 45,7 triliun. Pungutan ekspor, realisasi penerimaannya sudah mencapai Rp 4,5 triliun atau 40,7% dari target APBNP 2008 Rp 11,1 triliun.
"Kalau 4 bulan, berarti sepertiga tahun. Berarti harusnya 33,3%, tapi kita sudah capai 40%," jelas Anwar.
Dengan penerimaan yang besar di awal-awal tahun ini, lanjut Anwar, diharapkan bisa membantu mengamankan target penerimaan bea cukai pada tahun ini, meski nantinya kondisi perekonomian akan memburuk.
"Penerimaan tidak banyak berubah, kita antisipasi aja. Ekonomi melambat masa kita digenjot, kan juga nggak logis. Yang ada saja penerimaan kita amankan dulu," imbuhnya.
Ditjen Bea Cukai akan terus mengoptimalkan berbagai langkah untuk mengantisipasi penurunan penerimaan sejalan dengan perlambatan ekonomi.
"Kita berusaha untuk mengoptimalkan kehilangan akibat penurunan laju ekonomi. Antisipasinya, kalau itu turun, tingkat turunannya kita naikkan dengan law enforcement. Misalnya di kepabean saya periksa barang dengan benar, melengkapkan nilai pabean dengan benar," urainya.
(qom/ddn)











































