BBM Naik, Target Penjualan Mobil Diturunkan

BBM Naik, Target Penjualan Mobil Diturunkan

- detikFinance
Selasa, 13 Mei 2008 16:58 WIB
BBM Naik, Target Penjualan Mobil Diturunkan
Jakarta - Kenaikan BBM akan ikut mempengaruhi penjualan mobil nasional. Jika tidak ada kenaikan BBM penjualan mobil diprediksi tumbuh 25%, dengan naiknya harga BBM pertumbuhannya tinggal 18,7%.

"Kenaikan harga BBM memang akan memberi efek negatif. Dan kami sudah memperhitungkannya di angka ini," kata Kavan Mukhtyar, Partner and Head of the Automotive & Transport Practice, Asia Pacific at Frost & Sullivan,Β  di Hotel Le-Meridien, Jakarta, Selasa (13/5/2008).

Hasil kajian Frost & Sullivan menunjukkan penjualan mobil Indonesia tahun ini akan tetap tumbuh signifikan sebesar 18,7% meskipun akan ada kenaikan harga BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika pada 2007 total penjualan mobil dan truk sebesar 317 ribu unit, maka tahun ini bisa mencapai 434 ribu unit. Sementara jika tidak ada kenaikan harga BBM, maka penjualan mobil tahun ini diprediksi tumbuh 25% menjadi 530-535 ribu unit.

Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan pasar mobil tahun ini adalah suku bunga yang untuk kredit mobil diprediksi di bawah 8,5%. Beberapa model inden yang baru terpenuhi tahun ini, dan kepercayaan konsumen atas pertumbuhan ekonomi.

Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil masih akan tinggi karena fasilitas angkutan umum yang belum memadai, keinginan peningkatan kesejahteraan dari mereka yang sebelumnya memakai motor, dll.

"Jadi, meski harga minyak dunia naik luar biasa, pasar otomotif tidak akan langsung surut begitu saja," ujarnya.

Mobil Favorit

Sementara mobil kecil dan compact di bawah 1.000 cc akan menjadi model favorit karena tekanan harga BBM.

Model ini menjadi favorit karena harganya lebih murah, biaya kepemilikan yang lebih rendah (termasuk biaya BBM), dan harga jual kembali yang menjanjikan.

"Model-model yang memiliki efisiensi BBM bagus akan dilirik, karena kalau harga BBM naik, maka orang pasti akan berhemat-hemat," ujarnya.
(lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads