"Kenaikan harga BBM memang akan memberi efek negatif. Dan kami sudah memperhitungkannya di angka ini," kata Kavan Mukhtyar, Partner and Head of the Automotive & Transport Practice, Asia Pacific at Frost & Sullivan,Β di Hotel Le-Meridien, Jakarta, Selasa (13/5/2008).
Hasil kajian Frost & Sullivan menunjukkan penjualan mobil Indonesia tahun ini akan tetap tumbuh signifikan sebesar 18,7% meskipun akan ada kenaikan harga BBM.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan pasar mobil tahun ini adalah suku bunga yang untuk kredit mobil diprediksi di bawah 8,5%. Beberapa model inden yang baru terpenuhi tahun ini, dan kepercayaan konsumen atas pertumbuhan ekonomi.
Ia menambahkan, kebutuhan masyarakat untuk memiliki mobil masih akan tinggi karena fasilitas angkutan umum yang belum memadai, keinginan peningkatan kesejahteraan dari mereka yang sebelumnya memakai motor, dll.
"Jadi, meski harga minyak dunia naik luar biasa, pasar otomotif tidak akan langsung surut begitu saja," ujarnya.
Mobil Favorit
Sementara mobil kecil dan compact di bawah 1.000 cc akan menjadi model favorit karena tekanan harga BBM.
Model ini menjadi favorit karena harganya lebih murah, biaya kepemilikan yang lebih rendah (termasuk biaya BBM), dan harga jual kembali yang menjanjikan.
"Model-model yang memiliki efisiensi BBM bagus akan dilirik, karena kalau harga BBM naik, maka orang pasti akan berhemat-hemat," ujarnya.
(lih/ir)











































